Tuesday, December 20, 2011

REPORTASE 10 MANAJEMEN DIKLAT

Jakarta, 19 Desember 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Pertemuan kali ini berlangsung sekitar 120 menit, dimulai pukul 08.30 sampai dengan 10.30.

Pada pertemuan kali ini beliau kembali mengoreksi tugas yang telah diberikan sebelumnya yaitu membuat 10 pertanyaan terkait tugas terjemahan yang kami buat. Setelah diperiksa, ternyata pertanyaan yang dibuat masih terdapat banyak kesalahan karena harus diawali dengan kata tanya mengapa dan bagaimana. Oleh karena itu Beliau kembali memerintahkan mahasiswa untuk merevisi tugas tersebut. Sekian reportase saya minggu ini.

REPORTASE 9 MANAJEMEN DIKLAT

Jakarta, 12 Desember 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Pada pertemuan  kali ini dimulai pukul 08.30.

Seperti biasa di awal perkuliahan, Bapak Amril kembali memerintahkan mahasiswa untuk mengumpulkan tugas-tugas  yang diberikan minggu lalu dimulai dari silabus, jadwal pelatihan, biaya hotel yang digunakan untuk pelatihan, dan anggaran karena tugas tersebut merupakan satu kesatuan. Namun belum selesai beliau memeriksa tugas-tugas mahasiswa, Beliau menerima telepon untuk mengurus beberapa hal yang kemudian perkuliahan dibubarkan dan diganti pada hari Kamis 15 Desember 2011.

Pada hari Kamis, mahasiswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok untuk masuk diruangan kajur untuk memeriksa tugas anggaran. Kemudian Bapak Amril memberitahu kesalahan-kesalahan dari tugas tersebut dan memerintahkan mahasiswa untuk merevisi tugas tersebut. Demikian perkuliahan minggu ini berjalan.

Saturday, November 26, 2011

REPORTASE 8 MANAJEMEN DIKLAT

Jakarta, 21 November 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Pertemuan kali ini berlangsung sekitar 120 menit yang dimulai pukul 08.30 sampai 10.30.

Diawal perkuliahan, Bapak Amril kembali memeriksa tugas silabus dan brosur hotel yang pada hari itu dikumpulkan dan kembali menyuruh mahasiswa untuk merevisi tugas tersebut bagi yang masih terdapat kesalahan.

Setelah itu beliau menerangkan tentang pembuatan anggaran untuk pelatihan, beliau menjelaskan apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan anggaran pelatihan diklat seperti anggaran dalam persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan pelatihan diklat. Dan beliau menugaskan kami untuk membuat anggaran pelatihan dan dikumpulkan 2 minggu kedepan karena pada senin mendatang beliau berhalangan untuk hadir.

REPORTASE 7 MANAJEMEN DIKLAT

Jakarta, 14 November 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd.

Diawal perkuliahan, Pak Amril mengkoreksi tugas sebelumnya yaitu silabus dan jadwal yang ternyata masih terdapat banyak kesalahan. Kemudian beliau memberikan format baru dalam pembuatan jadwal serta mengoreksi satu persatu tugas-tugas apa saja yang sudah dikumpulkan mahasiswa kemudian memberikan paraf pada tugas yang sudah benar. Demikian perkuliahan pada hari ini berjalan. 

Thursday, November 10, 2011

REPORTASE 6 MANAJEMEN DIKLAT

Jakara, 7 November 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Pertemuan kedelapan kali ini berlangsung sekitar 120 menit, dimulai pukul 08.00 sampai 10.00.

Diawal perkuliahan, Bapak Amril kembali memeriksa tugas minggu sebelumnya mengenai silabus. Selanjutnya, beliau memberikan contoh format untuk tugas selanjutnya, yaitu membuat modul dan jadwal pelatihan. Demikian reportase saya.

PUTRI PUJI PERTIWI
1445097788
MP NONREG 2009

REPORTASE 5 MANAJEMEN DIKLAT

Jakarta, 31 Oktober 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Pertemuan kali ini berlangsung sekitar 120 menit, dimulai pukul 08.00-10.00

Diawal perkuliahan, beliau mengoreksi hasil pekerjaan mahasiswa satu persatu setelah pada pertemuan sebelumnya mahasiswa dibimbing bagaimana cara membuat struktur kurikulum. Setelah dikoreksi, beliau menyuruh mahasiswa untuk merevisi tugas tersebut keesokan harinya dalam bentuk ketikan.
Selanjutnya beliau kembali memberi mahasiswa tugas untuk membuat silabus dari mata diklat yang ada di struktur kurikulum (tugas sebelumnya) yang telah kami buat. Silabus tersebut memuat tujuh kolom, yang terdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sarana/sumber belajar dan penilaian. Tugas tersebut dikumpulkan pada pertemuan berikutnya, yaitu tanggal 7 November 2011. Demikian reportase saya untuk perkuliahan kali ini.

PUTRI PUJI PERTIWI
1445097788
MP NONREG 2009

Monday, October 24, 2011

REPORTASE 4 MANAJEMEN DIKLAT "MEMBUAT STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN"

Jakarta, 17 Oktober 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Pertemuan ketujuh kali ini berlangsung sekitar 120 menit, dimulai pukul 08.30 sampai 10.30. Materi yang disampaikan pada hari ini adalah “Membuat Struktur Program Pelatihan”.
Diawal perkuliahan, Bapak Amril memanggil mahasiswa berdasarkan beberapa kelompok. Kelompok-kelompok ini ditentukan berdasarkan jabatan yang sama yang dipilih mahasiswa dalam tugas sebelumnya. Saat berada didepan, Beliau memperbaiki hasil pekerjaan kami terkait dengan tugas dan kompetensi. Selanjutnya, masing-masing kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan mata diklat dan JPL yang relevan dengan mata diklat yang diberikan tersebut. Di akhir perkuliahan Bapak Amril kembali memberi kami tugas mengenai struktur program pelatihan dengan format sebagai berikut:
·         Nama Lembaga
·         Nama Pimpinan
·         Nama Jabatan
·         Posisi di Struktur Organisasi
·         Uraian Tugas
·         Persyaratan Pemegang Jabatan
·         Kompetensi Inti
·         Kompetensi Pendukung
·         Kompetensi Lainnya
·         Struktur kurikulum berdasarkan kompetensi, mata diklat, dan jumlah JPL (baik praktek dan teori)
Tugas tersebut dikumpulkan hari berikutnya (18 Oktober 2011) yang diserahkan dalam bentuk ketikan. Sekian reportase saya.

PUTRI PUJI PERTIWI
1445097788
MP NONREG 2009

Sunday, October 16, 2011

REPORTASE 3 MANAJEMEN DIKLAT "KURIKULUM"


Jakarta, 10 Oktober 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Pada pertemuan ke enam kali ini, yang berlangsung sekitar 150 menit dimulai dari pukul 8.30-11.00 membahas mengenai kurikulum.
Bapak Amril menjelaskan kurikulum adalah pedoman pembelajaran atau seperangkat alat pembelajaran. Dalam menyusun kurikulum seorang manajer diklat harus mampu menentukan kompetensi, sedangkan kompetensi itu sendiri harus dilihat dari kemampua berfikir, bersikap dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta diklat. Selain menetukan kompetensi, sikap professional harus dibina pada setiap peserta diklat, terkait dengan memiliki etika, adanya melakukan pengembangan diri, mengikuti pendidikan tersebut dengan baik, berorientasi terhadap pelayanan, memiliki pengetahuan yang cukup atas apa yang dilakukan.
Masih berhubungan dengan tugas yang diberikan minggu lalu, hari itu Bapak Amril kembali memberikan tugas kepada mahasiswa. Tugas yang diberikan adalah dengan membuat uraian kompetensi dari job description jabatan pada struktur organisasi yang telah dipilih pada tugas sebelumnya. Uraian kompetensi itu memuat kompetensi utama (kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang yang menduduki suatu jabatan), kompetensi pendukung (kompetensi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan perwujudan kompetensi utama), dan kompetensi lainnya (kompetensi yang secara tidak langsung mendukung optimalisasi kompetensi utama) yang harus dimiliki oleh masing-masing jabatan dalam struktur organisasi.
Setelah selesai membuat uraian kompetensi, tugas selanjutnya adalah membuat mata diklat dari masing-masing uraian kompetensi yang telah dibuat disertai dengan jumlah jam yang diberikan untuk mata diklat tersebut.
Karena ketika waktu menunjukkan pukul 11.00 masih banyak siswa yang belum menyelesaikan pekerjaannya, akhirnya Bapak Amril memberikan pilihan untuk mengumpulkan tugas tersebut pada hari selasa dengan syarat tugas tersebut harus diketik.
Yang saya dapat setelah mengikuti perkuliahan hari itu adalah saya menjadi tahu kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh jabatan organisasi yang telah saya buat (staf keuangan) dan pelatihan atau mata diklat apa yang harus diberikan untuk masing-masing kompetensi tersebut. Sekian.

PUTRI PUJI PERTIWI
1445097788
MP NONREG 2009

Sunday, October 9, 2011

REPORTASE 2 MANAJEMEN DIKLAT "STRUKTUR ORGANISASI"

Jakarta, 3 Oktober 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya yang dimulai pukul 8, pertemuan kali ini dimulai pukul 8.30 dikarenakan Bapak Amril Muhammad menghadiri rapat terlebih dahulu.

Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 150 menit (8.30-11.00) ini membahas mengenai struktur di dalam sebuah organisasi. Saat itu Bapak Amril memberi tugas kepada mahasiswa untuk membuat struktur organisasi di yayasan pendidikan yang telah dibuat oleh masing-masing mahasiswa di mata kuliah manajemen pemasaran di semester sebelumnya disertai dengan job description dan pelatihan apa saja yang perlu diberikan untuk masing-masing jabatan di struktur yang telah dibut. Setelah kurang lebih 2jam tugas tersebut dikumpulkan dan Bapak Amri segera mengakhiri perkuliahan pada pertemuan hari itu.

Pembahasan mengenai struktur organisasi pada pertemuan kali ini, bertujuan untuk mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana caranya membuat struktur organisasi yang baik disertai dengan job description agar masing masing jabatan dalam organisasi mengetahui apa saja tugas yang harus dikerjakan dengan jelas. Setelah mengetehai job description masing-masing jabatan selanjutnya kita dapat menentukan jenis pelatihan apa saja yang diperlukan oleh masing-masing jabatan dalam organisasi. Semua langkah ini bertujuan agar organisasi berjalan dengan efektif dan efisien.


PUTRI PUJI PERTIWI
1445097788
MP NONREG 2009

Saturday, October 1, 2011

Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan

Manajemen pemasaran jasa merupakan suatu hal yang penting dalam dunia pendidikan. Karena dengan adanya manajemen pemasaran ini suatu lembaga pendidikan dapat dikenal oleh masyarakat secara luas.

Marketing adalah proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mendapatkan apa yang ia butuhkan melalui pertukaran produk. Inti dari pemasaran atau marketing ini adalah komunikasi. Karena pemasaran tidak akan terjadi tanpa adanya sebuah komunikasi.
Pasar merupakan tempat bertemunya antara pembeli dan penjual. Penjual merupakan orang yang menjual produk ataupun jasa sedangkan pembeli merupakan orang yang membutuhkan produk dan jasa tersebut. Pembeli tentunya memiliki kebutuhan dan keinginan atas produk dan jasa yang dijual. Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan ini yaitu, kebutuhan berasal dari diri sendiri sedangkan keinginan dapat dipengaruhi oleh budaya. Atau dengan kata lain keinginan muncul setelah kebutuhan.
Produk adalah apapun yang bisa ditawarkan kepasar, diperhatikan, digunakan, dan dikonsumsi untuk memuaskan. Sedangkan jasa adalah apapun yang dapat menjual baik personal maupun service, tempat, organisasi, ide, nilai, produk, interaksi, produsen, dan konsumen. Berbeda dengan produk, jasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)      Intangible (tidak berwujud/abstrak)
2)      Jasa dibeli terlebih dahulu kemudian diproses
3)      Jasa tidak bisa disimpan
4)      Kualitas jasa ditentukan oleh kualitas interaksi antara konsumen dan produsen
Dalam pemasaran terdapat adanya transaksi. Transaksi adalah perdagangan diantara dua pihak yang melibatkan minimal dua hal yakni value dan agreement (persetujuan). Selain itu dalam pemasaran diperlukan juga waktu dan tempat untuk melakukan transaksi yang juga merupakan kesepakatan yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak.
Terdapat lima konsep pemasaran, yaitu:           
1)      Product concept, Konsep ini berpendapat bahwa para konsumen akan menyukai produk-produk yang memberikan kualitas dan penampilan ciri-ciri terbaik. Jadi produsen memusatkan upaya mereka untuk membuat produk yang terbaik dan terus menerus meningkatkan mutu produk.
2)      Production concept, Konsep ini mengemukakan bahwa para pelanggan akan menyukai produk-produk yang tersedia secara luas dan harganya murah. Jadi produsen berusaha mencapai efisiensi produksi yang tinggi dan liputan distribusi luas.
3)      Selling concept, Konsep ini berpendapat bahwa para konsumen jika dibiarkan sendiri biasanya tidak akan membeli produk-produk dari organisasi perusahaan tersebut. Oleh karena itu,  produsen melakukan kegiatan penjualan yang agresif dan usaha promosi gencar konsumen akan membeli produk bila dirancang dengan promosi.
4)      Marketing concept, Konsep ini berorientasi pada kebutuhan dan keinginan para pelanggan didukung oleh usaha-usaha pemasaran terpadu yang ditujukan untuk membangkitkan kepuasaan pelanggan sebagai kunci memenuhi tujuan-tujuan perusahaan.
5)      Social concept, Konsep ini berpegang pada anggapan bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan minat dari pasar sasaran serta memberi kepuasan dengan cara yang lebih efisien dan efektif dari pesaing sehingga dapat menjamin atau mendorong kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

REPORTASE 1 MANAJEMEN DIKLAT "TRAINNING DESIGN AND EVALUATION"

Pada perkuliahan mata kuliah manajemen diklat yang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan, ruang 306 ini, Bapak Amril selaku dosen manajemen diklat menjelaskan mengenai training design and evaluation design.

Ada beberapa alasan suatu perusahaan perlu melakukan pelatihan:
1. Ada kesenjangan antara kinerja aktual dengan kinerja ideal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi, diantaranya ketidakmampuan secara teknis, dan kesenjangan prilaku (contoh: orang yang kurang disiplin maka diberikan pelatihan militer).
2. Pegawai baru
Seorang pegawai baru perlu diberikan job trainning untuk memberikan pelatihan mengenai lingkungan pekerjaannya.
3.      3. Penggunaan teknologi baru
Maksud dari kata “baru” disini bisa berarti dua artian. Pertama baru karena karyawan yang tidak tahu cara penggunaan teknologi tersebut, dan kedua baru karena munculnya teknologi baru sesuai perkembangan zaman yang semakin canggih. Oleh karna itu perlu dilakukan pelatihan agar setiap karyawan dapat menguasai teknologi yang ada agar kinerja yang dihasilkan lebih maksimal.
4.      4. Membangun budaya
Membangun suatu budaya, contohnya adanya suatu budaya yang berbeda antar perguruan tinggi, antara UI dan UNJ. Perbedaan ini salah satu nya yaitu moto dari masing-masing perguruan tinggi.
5.      5. Promosi dan Mutasi
Promosi ialah suatu istilah dalam perusahaan untuk menaikkan jabatan seseorang, contohnya dari staff bagian pemasaran dinaikkan jabatan menjadi manajer bagian pemasaran. Sedangkan mutasi ialah perpindahan suau jabatan pada jenjang yang setara.

Dalam mendesign suatu pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan:
  1. Mengidentifikasi Kebutuhan
1.      1. Identifikasi masalah
Mengidentifikasi masalah dengan cara melihat apakah dalam suatu kinerja terdapat kesenjangan atau tidak.
2.      2. Analisis pekerjaan itu sendiri
Menganalisis pekerjaan dengan cara membuat job description dan job spesification yang jelas. Sehingga setiap orang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Pada saat melakukan requitmen, perhatikan pula background calon pegawai.
3.     3.  Identifikasi target pelatihan
Contohnya saja mahasiswa pendidikan relevannya mengikuti pelatihan-pelatihan barbasis pendidikan.
4.      4. Analisis kebutuhan pelatihan
a.       Lakukan survey apa yang menjadi masalah
b.      Lakukan pengamatan kembali atau lihat melewati catatan atasan
c.       Lakukan studi dokumen dan penilaian kerja
d.      Lakukan wawancara, hal ini bertujuan agar kita bisa mengetahui masalah pegawai lebih detail.

  1. Objective Setting (Menata Sasaran)
1.      1.  Determination of Entry Requirements
Hal ini berkaitan dengan penentuan syarat awal yang mencakup fisik, sikap, dll. (contohnya: seorang customer service harus mempunyai fisik yang sehat, tinggi minimal 160cm, dan wajah yang menarik. Selain itu seorang customer service harus memiliki sikap ramah, murah senyum, dan komunikatif.)
2.     2.  Setting of Training Objectives
Dalam menata tujuan pelatihan, sasaran dan arah pelatihan harus jelas. agar seseorang yang telah mengikuti pelatihan ini, tidak sulit atau mudah dalam mendapatkan pekerjaan.
3.      3. Design of Test
Dalam merancang tes pelatihan, tes yang diberikan harus sesuai dengan kemampuan peserta tes.
4.     4.  Validation of Objectives
Hal ini berkaitan dengan valid atau tidaknya tujuan pelatihan. Proses validasi itu untuk memberikan informasi bagaimana kita melakukan pelatihan tersebut. Dari segi pengalaman pelatihan, perhatikan siapa sumber yang memberi pelatihan, kemampuan sumber, biaya, dll.

  1. Instruction Design (Design Pelatihan)
1.      1. Design of Instruction
Waktu yang digunakan untuk melakukan pelatihan seharusnya singkat, sehingga difokuskan pada pemberian materi keterampilan/skill.
2.      2. Testing of Instructional Material
Bahan dan alat-alat yang digunakan agar tidak mengganggu jalannya penelitian.
3.      3. Production of Instructional Materials
Bahan dan alat yang disiapkan.

  1. Implementation (Implementasi)
1.      1. Planning of Trainning Facilities
Hal ini berkaitan dengan merencanakan fasilitas-fasilatas apa yang diberikan pada saat pelatihan. (contohnya: jika diperlukan fasilitas penyimpanan, disiapkan letak yang tidak jauh dari berbagai pelatihan.)
2.      2. Selection and Trainning of Course Instruction
Dalam menyeleksi dan memilih pelatih haruslah yang sesuai dengan standar.
3.      3. Selection of Trainee
Hal ini berkaitan dengan Pelatihan seleksi, hal ini dilakukan karena dalam suatu pelatihan pasti memiliki kapasitas yang terbatas,maka dilakukan lah seleksi guna untuk mencapai tujuan yang spesifik.
4.      4. Conduct of Trainning
Melaksanan kegiatan training susai dengan design yang telah ditetapkan sebelumnya.

  1. Evaluation (Evaluasi)
1. Analysis of Achievement or Objectives
Dalam menganalisis prestasi yang dicapai harus dilakukan tes sebelum dan sesudah pelatihan. Sasarannya dari jumlah, waktu pelatihan, dll.
2.      2. Analysis of Performance
Dalam menganalisis performance dilakukan setelah seseorang masuk kerja.
3.      3. Menghitung biaya yang dikeluarkan apakah sepadan atau tidak dengan hasil yang dicapai.


Nama : Putri Puji Pertiwi
Nim     : 1445097788
Manajemen Pendidikan Nonreg 2009

Thursday, June 9, 2011

BISNIS KELOMPOK

Nama Kelompok         :  Karunia Bunga Winiarti
 Khusnul Dewi Anggraini
 Putri Puji Pertiwi
Bisnis                           : Blossom Salon n Spa
Manajemen Pendidikan Non Reg 2009

POSITIONING
Usaha yang akan kami dirikan adalah salon. Untuk segmentasi jenis salon ini adalah wanita, khususnya golongan menengah ke atas. Mengapa? Karena salon adalah tempat yang menyenangkan bagi wanita untuk memanjakan diri, yang di dalamnya terdapat serangkaian aktifitas perawatan, seperti perawatan tubuh, kulit, wajah, rambut, daerah intim, dll, sehingga orang yang sempat memikirkan untuk merawat dirinya adalah mereka yang memiliki cukup uang, karena jasa salon ini lumayan mahal harganya. Kemudian kami memilih lokasi di ibu kota Jakarta, khususnya Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan karena ada beberapa alasan yang dipertimbangkan. Pertama, Jaksel adalah salah satu tempat yang kadar perkembang trend dan gaya hidup tinggi, sehingga orang-orangnya akan sangat memperhatikan penampilan. Ke dua, Jaksel terdapat banyak kantor-kantor besar, sehingga akan memungkinkan orang di dalamnya disibukkan dengan berbagai aktifitas yang membuat mereka menjadi tegang dan stress. Dan salonlah yang akan menjadi tempat pelarian kejenuhan dan kestressan mereka. Maka rasanya tepat jika kami menempatkan salon sesuai segmentasi yang kami inginkan di kawasan Jakarta Selatan.
*      Competitive Advantage
Salon ini akan berusaha untuk memberikan kesan nyaman yang mendalam untuk memenuhi permintaan konsumen. Kami akan membuat konsumen merasakan surga dunia di  salon ini. Ditambah lagi dengan kelengkapan perawatan, tenaga handal, bahan-bahan alami dan pengadaan cafe, maka konsumen tidak perlu meragukan lagi mengenai kepuasan dan service yang diberikan. Sehingga, dengan melihat salon ini dan mendengar namanya saja orang akan spontan merasakan kenyamanan. Jadi, image seperti inilah yang ingin kami tonjolkan.
*      Comunicating and Delivering
Untuk menikmati jasa salon kami, ada 3 cara untuk mengaksesnya. Hal ini dilakukan untuk memberi pilihan yang akan memudahkan konsumen, diantaranya:
1.      Konsumen datang langsung untuk memilih perawatan yag diinginkan. Tetapi kami tidak bisa menjamin kemungkinan salon sedang ramai, sehingga konsumen harus masuk daftar tunggu terlebih dahulu.
2.      Konsumen dapat memesan atau membooking perawatan yang diinginkan minimal satu hari sebelumnya. Dengan cara ini, maka konsumen tidak perlu masuk daftar tunggu sekalipun salon sedang ramai.
3.      Konsumen dapat menikmati jasa perawatan salon di rumah sendiri (perawatan rumahan). Tetapi khusus perawatan rumahan, treatment yang ditawarkan terbatas, hal ini berkaitan dengan kemudahan dan kesukaran pemindahan alat.

MARKETING MIX
*      Produk
Produk yang ditawarkan di disalon kami ada dua macam, yaitu berbentuk jasa dan barang. Maka ke duanya dapat digolongkan sebagai berikut:
1.      Jasa à Consummer produk
Artinya, treatment atau perawatan yang di beli adalah memang untuk dinikmati konsumen itu sendiri. Jika digolongkan lagi maka salon yang akan dibuat ini tergolong shopping produk dan specialty produk, dimana konsumen harus memilah milih perawatan yang sedang dibutuhkan dengan kondisi dan keadaannya saat ini. Selain itu kami menyediakan beberapa paket khusus untuk semua waktu dan untuk waktu tertentu. Misalnya, paket pernikahan (semua waktu) atau paket lebaran dan tahun baru (waktu tertentu).
2.      Barang à Industrial Produk
Selain itu, kami juga menyediakan barang yang dibutuhkan salon dalam jumlah banyak, seperti shampoo, cream crembath, lulur, vitamin, dll. Sehingga, kebanyakan konsumennya adalah salon-salon lain yang akan membeli untuk memenuhi kebutuhan salonnya.

Ada beberapa alasan yang memungkinkan konsumen untuk datang dan menikmati jasa salon yang kami dirikan, diantaranya:
1.      Product attributes
a.      Kualitas, salon yang akan kami dirikan ini sudah pasti akan memuaskan konsumen dengan kualitas tinggi yang diberikan. Pertama, pegawai yang dipekerjakan di salon kami adalah tenaga handal dan bersertifikat. Kedua, ada dokter kecantikan yang khusus menangani konsumen dengan masalah kulit wajah. Ketiga, kami menggunakan bahan-bahan yang aman dan alami untuk dikonsumsi pada tubuh.
b.      Features, salon kami menyediakan perawatan lengkap dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sehingga, kelengkapan inilah yang akan memudahkan setiap konsumen yang datang untuk memilih treatment yang akan dijalani.
c.       Produk Design, selain itu kami juga menyediakan paket-paket untuk konsumen yang memang ingin menjalani beberapa treatment. Dengan paket ini konsumen tidak perlu bingung untuk memilih treatment dan juga harga yang ditawarkan tentu akan berbeda dengan treatment satuan.

2.      Brand
Logo ini dipilih untuk mewakili harapan bisnis kami yaitu blossom salon and spa. Dimana blossom sendiri memiliki arti mekar layaknya bunga. Karena kami ingin bisnis ini terus mekar dan terus berkembang seperti bunga. Maka pada logo kami terdapat gambar bunga berwarna orange yang dalam feng shui warna orange berarti  menyalakan energi, optimisme, daya tahan, dan inspirasi. Kami menggunakan brand equity yang akan membuat konsumen akan merasa lebih percaya dengan brand-brand yang sudah terkenal, seperti makarizo, marta tilaar, biokos, la tulip, dll. Selain itu kami juga mengeluarkan produk dengan brand kami sendiri, yaitu Blossom.

3.      Packaging
Packaging atau kemasan termasuk beberapa hal penting dalam sebuah bisnis. Kami mengemas salon ini dengan nuansa warna hijau yang memberikan kesejukan dan sedikit ornament warna putih, ungu, dan kuning. Ke tiga ornament warna tersebut diberikan agar warna hijau tidak terkesan monoton dan membosankan. Untuk perawatan pun, konsumen disediakan baju khusus dengan corak batik berwarna hijau dengan campuran kuning gading, yang menandakan bahwa semua bahan alami dan nyaman. Jelasnya, hampir semua detail di salon ini diberi sentuhan hijau. Untuk konsumen yang menikmati perawatan paket akan diberikan seperangkat perawatan tubuh yang dikemas ke dalam buddy bag yang elegan berwarna hijau dengan tulisan nama salon dan website yang dapat dikunjungi.

4.      Product support services
Treatment yang akan dijalani konsumen membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga konsumen yang datang lebih dari satu orang atau keluarga dapat menunggu di cafe yang telah kami sediakan. Jadi, tidak ada lagi orang (pria khususnya) yang merasa bosan ketika menunggu pasangannya di salon.



*      Price
Harga yang kami tawarkan beragam, berikut penjabarannya:
NO.
Uraian
Harga
1.
Potong cuci
Rp 50.000
2.
Blow cuci
Rp 50.000
3.
Potong poni
Rp 25.000
4.
Facial Biasa
Rp 70.000
5.
Facial (special)
Rp 150.000
6.
Krimbat biasa
Rp 50.000
7.
Krimbat (special)
Rp 75.000
9.
Hair Spa (biasa)
Rp 60.000
10.
Hair Spa (special)
Rp 85.000
11.
Lulur (biasa)
Rp 150.000
12.
Lulur (special)
Rp 200.000
13.
Keriting pendek
Rp 300.000
14.
Keriting panjang
Rp 600.000
15.
Make-Up
Rp 200.000
16.
Medicure
Rp 75.000
17.
Fedicure
Rp 75.000
18.
Reibonding pendek
Rp 300.000
19.
Reibonding panjang
Rp 800.000
20.
Keriting gantung
Rp 250.000
21.
Coloring
Rp 400.000
22.
Toning
Rp 150.000
               
PRICE LIST HARGA PAKET
1.      PAKET Rp. 300.000
a.      Paket A Creambath, cuci,  Blow, Menicure/Pedicure
b.      Paket B Creambath Cuci Blow Refleksi
c.       Paket C Creambath Cuci Blow Gunting
d.      Paket D Creambath Cuci Blow Facial
e.      Paket E Massage Sauna Cuci Blow
2.      PAKET Rp. 500.000
a.      Paket A Lulur, Sauna, Mandi susu, Creambath
b.      Paket B Lulur, Sauna, Menicure, pedicure
c.       Paket C Spa, Sauna, Mandi Susu, Facial
d.      Paket D Spa, Sauna, Masker Payudara, Ear Therapy
e.      Paket E Lulur, Sauna, Masker Badan, Mandi Susu

PAKET PRE WEDDING Rp. 700.000 (8x Pertemuan)
1.      Spa Sauna Masker Payudara Ear Therapy
2.      Masker Badan Ratus Manipedi
3.      Lulur Sauna Mandi susu Creambath Ratus
4.      Lulur Masker Payudara Masker Susu Ratus Mandi Susu
5.      Lulur Sauna Mandi susu Creambath Ratus
6.      Lulur Ratus Totok Wajah Facial Viva
7.      Lulur Sauna Mandi Susu Creambath Ratus
8.      Manicure Pedicure

*      Place
Salon yang akan didirikan di daerah Jakarta Selatan tepat dipinggir jalan besar. Sehingga orang akan muda menemukan salon kami. Kami memilih penempatan salon di daarah Jakarta Selatang karena beberapa alasan yang dipertimbangkan seperti yang telah kami jelaskan di awal pembicaraan.

*      Promotion
Ada beberapa cara yang kami gunakan untuk menarik dan menggaet banyak pelanggan, diantaranya:
1.      kami menggunakan website untuk mengumumkan pada konsumen local maupun antarlokal mengenai salon dan treatment-treatmet yang kami sediakan beserta kisaran harganya.
2.      Selain website, kami juga menggunakan brosur dan spanduk yang akan disebar dan dipasang di berbagai daerah di kota Jakarta.
3.      Untuk pelanggan, kami menyediakan member card / kartu diskon yang akan diberikan dengan cuma-cuma pada kedatangan pertama kali. Fungsi member card, pertama, kami memberikan diskon 10% untuk semua jenis treatment. Kedua, kami akan memberikan gratis satu treatment untuk 10 kali kedatangan minimal 100 ribu.
4.      Untuk paket perawatan akan diberikan bingkisan berupa buddy bag yang berisi seperangkat perawatan tubuh.
5.      Kami akan mengadakan bulan diskon secara rutin pada waktu-waktu special, seperti hari valentine, tahun baru, natal, lebaran, dll.