Wednesday, May 18, 2011

Resume Perkuliahan ke-7 "PLACE"

Jakarta, 13 Mei 2011, Pada pertemuan mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan kali ini yang berlangsung di ruang 306 Gedung Daksinapati kampus A Universitas Negeri Jakarta dengan dosen,  Amril Muhammad, SE., M.Pd ini membahas tentang place pada marketing mix setelah di dua pertemuan sebelumnya telah dibahas mengenai product dan price dalam marketing mix.
Place merupakan pendistribusian suatu barang atau produk dari produsen ke konsumen. Pendistribusian ini dapat dilakukan melalui cara-cara berikut ini:
  1. Penjual langsung, berupa toko atau outlet milik sendiri atau sewa.
  2. Intermediatery, berupa supermarket, agen, dan toko milik pihak 3 (penyedia jasa, perantara, konsumen). Dimana dalam sistem ini menggunakan sistem bagi hasil.
  3. Hybird, merupakan cara pendistribusian campuran, jadi selain produsen membuka toko sendiri, produsen juga mendistribusikan ke agen.
  4. Telemarketing, cara pendistribusian dengan melakukan penawaran terlebih dahulu, contohnya bank akan menelpon calon konsumen dengan menawarkan produk-produknya, asuransi,  dan kartu kredit.
  5. Multi Level Marketing (MLM), cara pendistribusian barang yang dilakukan dengan cara mengajak orang untuk bergabung dalam sebuah perusahaan. Contoh: oriflame.
  6. E–commerce, cara pendistribusian barang dilakukan dengan menggunakan sistem online. Contoh: kaskus, tokobagus.com

Mengapa seseorang lebih memilih menjual dengan bantuan orang lain tanpa membuka toko sendiri? Ada beberapa alasan diantaranya adalah:
  1. Efisiensi biaya, produsen tidak perlu repot-repot mengeluarkan modal lebih untuk menyewa atau membeli toko atau outlet.
  2. Agar bisa fokus
  3. Mempertimbangkan kualitas, dalam suatu usaha kita harus memperhatikan kualitas yang akan diberikan kepada konsumen
  4. Sumber Daya Manusia, produsen tidak perlu repot-repot untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk menggaji pegawai. Semakin banyak pegawai, semakin banyak pula biaya yang dikeluarkan dalam membayar gajinya.
  5. Pergudangan, supaya tidak menumpuk di dalam gudang.

Marketing Promotion and Communication
Dalam melakukan bisnis tidak hanya melakukan pendistribusian barang atau produk saja, namun pemasaran promosi dan mengkomunikasikan produk kepada khalayak ramai agar mereka mengetahui penjualan kita juga memegang peranan penting.
  1. Advertising
Merupakan bentuk promosi gagasan barang atau jasa yang disampaikan melalui media indoor dan outdoor, cetak, audio, dan audio visual.
  1. Personal selling
Merupakan promosi dan penjualan yang dialakukan oleh sales.
  1. Sales promotion
Penjualan yang dilakukan oleh perusahaan kepada konsumen dengan member bonus/potongan harga dalam jangka waktu tertentu.
  1. Public Relation
Proses membangun hubungan baik antara perusahaan ataupun sekolah dengan masyarakat atau konsumen untuk membangun citra positif perusahaan di citra masyarakat.

Resume Perkuliahan ke-6 "PRICE"

Jakarta, 11 Mei 2011, Pada pertemuan mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan kali ini yang berlangsung di ruang 307 Gedung Daksinapati kampus A Universitas Negeri Jakarta dengan dosen,  Amril Muhammad, SE., M.Pd ini membahas tentang price pada marketing mix setelah dipertemuan sebelumnya telah dibahas mengenai product dalam marketing mix.

Price adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk memperoleh barang baik produk atau jasa. Price juga dapat diartikan sebagai sejumlah nilai yang digunakan untuk memperoleh manfaat dan pemilikan atau pemilihan jasa.
Ada dua faktor yang mempengaruhi dalam menentukan harga (pricing):
1.    Faktor internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang ada dalam sebuah perusahaan/organisasi. Yang termasuk didalam faktor internal ada empat, yaitu cost (biaya), marketing mix strategi, marketing objective (tujuan pemasaran), dan organizational consideration (pertimbangan-pertimbangan organisasi) . Berikut akan dijelaskan satu persatu.
a.                                 Cost (Biaya)
Cost adalah berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan suatu barang beserta dengan laba yang diinginkan, dimana mencakup bahan baku (BB), tenaga kerja langsung (TKL), overhead (OH), dan laba.
b.                                 Marketing Mix Strategi
Barang yang sama kemudian dijual di tempat yang berbeda, tentu akan mengalami perbedaan harga juga.
c.                                 Marketing Objective (Tujuan Pemasaran)
Setiap perusahan sudah pasti mempunyai tujuan pemasaran yang berbeda-beda. Sebagai contoh UNJ, bila dilihat dari biaya kuliah mahasiswa yang kecil sebenarnya UNJ masih mengalami rugi, tetapi tujuan UNJ bukanlah untuk mecari keuntungan namun lebih kearah pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.
d.                                Organizational Consideration (Pertimbangan-pertimbangan Organisasi)
Merupakan kebijakan yang dibuat perusahaan dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yaitu dilihat dari sumber daya manusia, produk, kemasan, outlet, dan jangkauan konsumen.
2.    Faktor eksternal
Yang termasuk dalam faktor eksternal yaitu market, demand, competito, dan other eksternal. Berikut penjelasannya:
a.       Market
Market terdiri dari 3, yaitu pure competition (dalam berkompetisi benar-benar jujur dan bersih), monopoli (karna hanya ada satu perusahaan yang memproduksi, jadi perusahaan tersebut bebas menentukan harga. Contoh: PLN), dan oligarki (beberapa perusahaan bekerja sama dalam menyepakati harga suatu produk).
b.        Demand (permintaan)
Berhubungan dengan bunyi hukum permintaan, “ketika permintaan naik supplai tetap, harga naik dan ketika permintaan turun supplai tetap, harga turun.”
c.                     Competitiors (pesaing)
Perusahaan harus mengamati pesaing – pesaing yang ada agar dapat menentukan biaya, harga, dan keuntungan perusahaan itu sendiri. Hal ini dilakukan dengan beberapa teknik seperti riset pasar dan perbandingan harga terhadap kualitas setiap penawaran yang ditawarkan oleh pesaing. Misalnya antar KFC dan Mcdonalds.
d.                    Other eksternal
1)   Politik : contoh kerusuhan PILKADA
2)   Sosial : contoh kerusuhan SARA
3)   Hukum : contoh makanan yang telah berstempel halal, harganya akan menjadi mahal
4)   Ekonomi : contoh fakultas ekonomi dengan fakultas ilmu pendidikan biaya masuknya lebih mahal
5)   Geografi : contoh harga produk yang dipasarkan di daerah pegunungan biayanya lebih mahal karena kesulitan untuk menjangkau daerah pedalaman

Ada tiga pendekatan dalam menentukan harga, yaitu:
1.    Cost based pricing
Pembuatan harga dilihat dari harga pokoknya. Semakin banyak produksi, maka harga barangnya pun akan semakin murah.
2.    Value based pricing
Pembuatan harga dilihat dari kelompok konsumennya. Jika kelompok konsumen adalah masyarakat dari kalangan atas / kaya, maka harganya akan mahal.
3.    Competition based pricing
Pembuatan harga tergantung pada pesaing, bagaimana memutuskan harga barang agar tidak rugi.

Price Adjusment Strategic
1.    Discount (potongan harga) dan Allowance (tukar tambah)
Yaitu penentuan harga di bawah harga standar. Oleh karena itu dalam perusahaan memerlukan adanya jasa perantara dan agen untuk melakukan tukar tambah.
2.    Segmented Pricing
Yaitu penentuan harga tergantung segmen atau mereknya.
3.    Psychological Pricing
Yaitu menetapkan harga yang terlihat lebih murah. Contohnya Rp 4900 terlihat lebih murah dibanding Rp 5000. Psycological pricing ini juga terkait dengan references pricing (membeli barang karena ada informasi).
4.    Promotional Pricing
Harga yang diberikan dalam jangka waktu promosi.
5.    Geographic Pricing
Perbedaan harga karna letak geografisnya.
6.    International Pricing