Monday, October 24, 2011

REPORTASE 4 MANAJEMEN DIKLAT "MEMBUAT STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN"

Jakarta, 17 Oktober 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Pertemuan ketujuh kali ini berlangsung sekitar 120 menit, dimulai pukul 08.30 sampai 10.30. Materi yang disampaikan pada hari ini adalah “Membuat Struktur Program Pelatihan”.
Diawal perkuliahan, Bapak Amril memanggil mahasiswa berdasarkan beberapa kelompok. Kelompok-kelompok ini ditentukan berdasarkan jabatan yang sama yang dipilih mahasiswa dalam tugas sebelumnya. Saat berada didepan, Beliau memperbaiki hasil pekerjaan kami terkait dengan tugas dan kompetensi. Selanjutnya, masing-masing kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan mata diklat dan JPL yang relevan dengan mata diklat yang diberikan tersebut. Di akhir perkuliahan Bapak Amril kembali memberi kami tugas mengenai struktur program pelatihan dengan format sebagai berikut:
·         Nama Lembaga
·         Nama Pimpinan
·         Nama Jabatan
·         Posisi di Struktur Organisasi
·         Uraian Tugas
·         Persyaratan Pemegang Jabatan
·         Kompetensi Inti
·         Kompetensi Pendukung
·         Kompetensi Lainnya
·         Struktur kurikulum berdasarkan kompetensi, mata diklat, dan jumlah JPL (baik praktek dan teori)
Tugas tersebut dikumpulkan hari berikutnya (18 Oktober 2011) yang diserahkan dalam bentuk ketikan. Sekian reportase saya.

PUTRI PUJI PERTIWI
1445097788
MP NONREG 2009

Sunday, October 16, 2011

REPORTASE 3 MANAJEMEN DIKLAT "KURIKULUM"


Jakarta, 10 Oktober 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Pada pertemuan ke enam kali ini, yang berlangsung sekitar 150 menit dimulai dari pukul 8.30-11.00 membahas mengenai kurikulum.
Bapak Amril menjelaskan kurikulum adalah pedoman pembelajaran atau seperangkat alat pembelajaran. Dalam menyusun kurikulum seorang manajer diklat harus mampu menentukan kompetensi, sedangkan kompetensi itu sendiri harus dilihat dari kemampua berfikir, bersikap dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta diklat. Selain menetukan kompetensi, sikap professional harus dibina pada setiap peserta diklat, terkait dengan memiliki etika, adanya melakukan pengembangan diri, mengikuti pendidikan tersebut dengan baik, berorientasi terhadap pelayanan, memiliki pengetahuan yang cukup atas apa yang dilakukan.
Masih berhubungan dengan tugas yang diberikan minggu lalu, hari itu Bapak Amril kembali memberikan tugas kepada mahasiswa. Tugas yang diberikan adalah dengan membuat uraian kompetensi dari job description jabatan pada struktur organisasi yang telah dipilih pada tugas sebelumnya. Uraian kompetensi itu memuat kompetensi utama (kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang yang menduduki suatu jabatan), kompetensi pendukung (kompetensi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan perwujudan kompetensi utama), dan kompetensi lainnya (kompetensi yang secara tidak langsung mendukung optimalisasi kompetensi utama) yang harus dimiliki oleh masing-masing jabatan dalam struktur organisasi.
Setelah selesai membuat uraian kompetensi, tugas selanjutnya adalah membuat mata diklat dari masing-masing uraian kompetensi yang telah dibuat disertai dengan jumlah jam yang diberikan untuk mata diklat tersebut.
Karena ketika waktu menunjukkan pukul 11.00 masih banyak siswa yang belum menyelesaikan pekerjaannya, akhirnya Bapak Amril memberikan pilihan untuk mengumpulkan tugas tersebut pada hari selasa dengan syarat tugas tersebut harus diketik.
Yang saya dapat setelah mengikuti perkuliahan hari itu adalah saya menjadi tahu kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh jabatan organisasi yang telah saya buat (staf keuangan) dan pelatihan atau mata diklat apa yang harus diberikan untuk masing-masing kompetensi tersebut. Sekian.

PUTRI PUJI PERTIWI
1445097788
MP NONREG 2009

Sunday, October 9, 2011

REPORTASE 2 MANAJEMEN DIKLAT "STRUKTUR ORGANISASI"

Jakarta, 3 Oktober 2011. Seperti minggu sebelumnya bertempat di lantai 3 ruang 306 Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Universitas Negeri Jakarta, berlangsung perkuliahan Manajemen Diklat yang diisi oleh Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya yang dimulai pukul 8, pertemuan kali ini dimulai pukul 8.30 dikarenakan Bapak Amril Muhammad menghadiri rapat terlebih dahulu.

Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 150 menit (8.30-11.00) ini membahas mengenai struktur di dalam sebuah organisasi. Saat itu Bapak Amril memberi tugas kepada mahasiswa untuk membuat struktur organisasi di yayasan pendidikan yang telah dibuat oleh masing-masing mahasiswa di mata kuliah manajemen pemasaran di semester sebelumnya disertai dengan job description dan pelatihan apa saja yang perlu diberikan untuk masing-masing jabatan di struktur yang telah dibut. Setelah kurang lebih 2jam tugas tersebut dikumpulkan dan Bapak Amri segera mengakhiri perkuliahan pada pertemuan hari itu.

Pembahasan mengenai struktur organisasi pada pertemuan kali ini, bertujuan untuk mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana caranya membuat struktur organisasi yang baik disertai dengan job description agar masing masing jabatan dalam organisasi mengetahui apa saja tugas yang harus dikerjakan dengan jelas. Setelah mengetehai job description masing-masing jabatan selanjutnya kita dapat menentukan jenis pelatihan apa saja yang diperlukan oleh masing-masing jabatan dalam organisasi. Semua langkah ini bertujuan agar organisasi berjalan dengan efektif dan efisien.


PUTRI PUJI PERTIWI
1445097788
MP NONREG 2009

Saturday, October 1, 2011

Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan

Manajemen pemasaran jasa merupakan suatu hal yang penting dalam dunia pendidikan. Karena dengan adanya manajemen pemasaran ini suatu lembaga pendidikan dapat dikenal oleh masyarakat secara luas.

Marketing adalah proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mendapatkan apa yang ia butuhkan melalui pertukaran produk. Inti dari pemasaran atau marketing ini adalah komunikasi. Karena pemasaran tidak akan terjadi tanpa adanya sebuah komunikasi.
Pasar merupakan tempat bertemunya antara pembeli dan penjual. Penjual merupakan orang yang menjual produk ataupun jasa sedangkan pembeli merupakan orang yang membutuhkan produk dan jasa tersebut. Pembeli tentunya memiliki kebutuhan dan keinginan atas produk dan jasa yang dijual. Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan ini yaitu, kebutuhan berasal dari diri sendiri sedangkan keinginan dapat dipengaruhi oleh budaya. Atau dengan kata lain keinginan muncul setelah kebutuhan.
Produk adalah apapun yang bisa ditawarkan kepasar, diperhatikan, digunakan, dan dikonsumsi untuk memuaskan. Sedangkan jasa adalah apapun yang dapat menjual baik personal maupun service, tempat, organisasi, ide, nilai, produk, interaksi, produsen, dan konsumen. Berbeda dengan produk, jasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)      Intangible (tidak berwujud/abstrak)
2)      Jasa dibeli terlebih dahulu kemudian diproses
3)      Jasa tidak bisa disimpan
4)      Kualitas jasa ditentukan oleh kualitas interaksi antara konsumen dan produsen
Dalam pemasaran terdapat adanya transaksi. Transaksi adalah perdagangan diantara dua pihak yang melibatkan minimal dua hal yakni value dan agreement (persetujuan). Selain itu dalam pemasaran diperlukan juga waktu dan tempat untuk melakukan transaksi yang juga merupakan kesepakatan yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak.
Terdapat lima konsep pemasaran, yaitu:           
1)      Product concept, Konsep ini berpendapat bahwa para konsumen akan menyukai produk-produk yang memberikan kualitas dan penampilan ciri-ciri terbaik. Jadi produsen memusatkan upaya mereka untuk membuat produk yang terbaik dan terus menerus meningkatkan mutu produk.
2)      Production concept, Konsep ini mengemukakan bahwa para pelanggan akan menyukai produk-produk yang tersedia secara luas dan harganya murah. Jadi produsen berusaha mencapai efisiensi produksi yang tinggi dan liputan distribusi luas.
3)      Selling concept, Konsep ini berpendapat bahwa para konsumen jika dibiarkan sendiri biasanya tidak akan membeli produk-produk dari organisasi perusahaan tersebut. Oleh karena itu,  produsen melakukan kegiatan penjualan yang agresif dan usaha promosi gencar konsumen akan membeli produk bila dirancang dengan promosi.
4)      Marketing concept, Konsep ini berorientasi pada kebutuhan dan keinginan para pelanggan didukung oleh usaha-usaha pemasaran terpadu yang ditujukan untuk membangkitkan kepuasaan pelanggan sebagai kunci memenuhi tujuan-tujuan perusahaan.
5)      Social concept, Konsep ini berpegang pada anggapan bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan minat dari pasar sasaran serta memberi kepuasan dengan cara yang lebih efisien dan efektif dari pesaing sehingga dapat menjamin atau mendorong kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

REPORTASE 1 MANAJEMEN DIKLAT "TRAINNING DESIGN AND EVALUATION"

Pada perkuliahan mata kuliah manajemen diklat yang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan, ruang 306 ini, Bapak Amril selaku dosen manajemen diklat menjelaskan mengenai training design and evaluation design.

Ada beberapa alasan suatu perusahaan perlu melakukan pelatihan:
1. Ada kesenjangan antara kinerja aktual dengan kinerja ideal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi, diantaranya ketidakmampuan secara teknis, dan kesenjangan prilaku (contoh: orang yang kurang disiplin maka diberikan pelatihan militer).
2. Pegawai baru
Seorang pegawai baru perlu diberikan job trainning untuk memberikan pelatihan mengenai lingkungan pekerjaannya.
3.      3. Penggunaan teknologi baru
Maksud dari kata “baru” disini bisa berarti dua artian. Pertama baru karena karyawan yang tidak tahu cara penggunaan teknologi tersebut, dan kedua baru karena munculnya teknologi baru sesuai perkembangan zaman yang semakin canggih. Oleh karna itu perlu dilakukan pelatihan agar setiap karyawan dapat menguasai teknologi yang ada agar kinerja yang dihasilkan lebih maksimal.
4.      4. Membangun budaya
Membangun suatu budaya, contohnya adanya suatu budaya yang berbeda antar perguruan tinggi, antara UI dan UNJ. Perbedaan ini salah satu nya yaitu moto dari masing-masing perguruan tinggi.
5.      5. Promosi dan Mutasi
Promosi ialah suatu istilah dalam perusahaan untuk menaikkan jabatan seseorang, contohnya dari staff bagian pemasaran dinaikkan jabatan menjadi manajer bagian pemasaran. Sedangkan mutasi ialah perpindahan suau jabatan pada jenjang yang setara.

Dalam mendesign suatu pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan:
  1. Mengidentifikasi Kebutuhan
1.      1. Identifikasi masalah
Mengidentifikasi masalah dengan cara melihat apakah dalam suatu kinerja terdapat kesenjangan atau tidak.
2.      2. Analisis pekerjaan itu sendiri
Menganalisis pekerjaan dengan cara membuat job description dan job spesification yang jelas. Sehingga setiap orang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Pada saat melakukan requitmen, perhatikan pula background calon pegawai.
3.     3.  Identifikasi target pelatihan
Contohnya saja mahasiswa pendidikan relevannya mengikuti pelatihan-pelatihan barbasis pendidikan.
4.      4. Analisis kebutuhan pelatihan
a.       Lakukan survey apa yang menjadi masalah
b.      Lakukan pengamatan kembali atau lihat melewati catatan atasan
c.       Lakukan studi dokumen dan penilaian kerja
d.      Lakukan wawancara, hal ini bertujuan agar kita bisa mengetahui masalah pegawai lebih detail.

  1. Objective Setting (Menata Sasaran)
1.      1.  Determination of Entry Requirements
Hal ini berkaitan dengan penentuan syarat awal yang mencakup fisik, sikap, dll. (contohnya: seorang customer service harus mempunyai fisik yang sehat, tinggi minimal 160cm, dan wajah yang menarik. Selain itu seorang customer service harus memiliki sikap ramah, murah senyum, dan komunikatif.)
2.     2.  Setting of Training Objectives
Dalam menata tujuan pelatihan, sasaran dan arah pelatihan harus jelas. agar seseorang yang telah mengikuti pelatihan ini, tidak sulit atau mudah dalam mendapatkan pekerjaan.
3.      3. Design of Test
Dalam merancang tes pelatihan, tes yang diberikan harus sesuai dengan kemampuan peserta tes.
4.     4.  Validation of Objectives
Hal ini berkaitan dengan valid atau tidaknya tujuan pelatihan. Proses validasi itu untuk memberikan informasi bagaimana kita melakukan pelatihan tersebut. Dari segi pengalaman pelatihan, perhatikan siapa sumber yang memberi pelatihan, kemampuan sumber, biaya, dll.

  1. Instruction Design (Design Pelatihan)
1.      1. Design of Instruction
Waktu yang digunakan untuk melakukan pelatihan seharusnya singkat, sehingga difokuskan pada pemberian materi keterampilan/skill.
2.      2. Testing of Instructional Material
Bahan dan alat-alat yang digunakan agar tidak mengganggu jalannya penelitian.
3.      3. Production of Instructional Materials
Bahan dan alat yang disiapkan.

  1. Implementation (Implementasi)
1.      1. Planning of Trainning Facilities
Hal ini berkaitan dengan merencanakan fasilitas-fasilatas apa yang diberikan pada saat pelatihan. (contohnya: jika diperlukan fasilitas penyimpanan, disiapkan letak yang tidak jauh dari berbagai pelatihan.)
2.      2. Selection and Trainning of Course Instruction
Dalam menyeleksi dan memilih pelatih haruslah yang sesuai dengan standar.
3.      3. Selection of Trainee
Hal ini berkaitan dengan Pelatihan seleksi, hal ini dilakukan karena dalam suatu pelatihan pasti memiliki kapasitas yang terbatas,maka dilakukan lah seleksi guna untuk mencapai tujuan yang spesifik.
4.      4. Conduct of Trainning
Melaksanan kegiatan training susai dengan design yang telah ditetapkan sebelumnya.

  1. Evaluation (Evaluasi)
1. Analysis of Achievement or Objectives
Dalam menganalisis prestasi yang dicapai harus dilakukan tes sebelum dan sesudah pelatihan. Sasarannya dari jumlah, waktu pelatihan, dll.
2.      2. Analysis of Performance
Dalam menganalisis performance dilakukan setelah seseorang masuk kerja.
3.      3. Menghitung biaya yang dikeluarkan apakah sepadan atau tidak dengan hasil yang dicapai.


Nama : Putri Puji Pertiwi
Nim     : 1445097788
Manajemen Pendidikan Nonreg 2009