Monday, April 25, 2011

Reportase ke-5 "Positioning dan Marketing Mix dalam Manajemen Pemasaran"

Jakarta, 20 April 2011. Pada pertemuan perkuliahan yang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan, Ruang 307 kali ini Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. selaku dosen Manajemen Pemasaran dan Jasa dalam Pendidikan, membahas tentang Positioning dan Marketing Mix dalam Manajemen Pemasaran.

Hal pertama yang dibahas adalah apa itu positioning? Positioning adalah suatu cara bagaimana kita meletakan atau menempatkan produk atau jasa yang kita jual sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Contohnya, jika kita ingin membuat TK atau PAUD, untuk memperoleh keuntungan, positioningnya haruslah di daerah perumahan yang banyak anak-anak agar TK atau PAUD tersebut laku.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam positioning, yaitu competitive advantages dan communicating and delivering. Competitive advantages terdiri dari empat unsur, yaitu product, service, personal, dan image. Sedangkan communicating and delivering berkaitan dengan proses menyampaikan barang dari produsen ke konsumen.

Setelah membahas tentang positioning, Bapak Amril membahas tentang marketing mix. Marketing mix terdiri dari empat komponen, yaitu product, price, place, dan promotion.

Seperti yang sudah diketahui dibahasan sebelumnya yang dijelaskan oleh Bapak Amril,  product adalah segala sesuatu yang ditawarkan dipasar untuk diperhatikan, diambil atau yang dikonsumsi yang mungkin memuaskan dari sebuah keinginan dan kebutuhan. Product dibagi menjadi 2 jenis, yaitu consumer product dan industrial product.

Consumer product  adalah barang-barang yang dibeli untuk dipakai sendiri. Consumer product dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu confinience, shopping product, speciality product, dan unsought product. Confinience adalah barang-barang yang diperlukan oleh semua orang dan bersifat kontinu, contohnya makanan. Shopping product adalah barang-barang yang sebelum dibeli dilakukan penyeleksian terlebih dahulu. Speciality product adalah barang-barang yang dibeli pada saat-saat tertentu, contohnya ketika menjelang valentine banyak barang-barang yang dijual bernuansa pink. Unsought product adalah membeli barang karena trand. Biasanya dilatarbelakangi oleh diskon besar-besaran yang diberikan oleh penjual jelas Bapak Amril. Jenis product yang kedua adalah industrial product. Industrial product adalah barang-barang yang dibeli untuk bisnis atau dijual kembali. Contohnya, membeli pakaian secara grosir atau dalam jumlah banyak untuk dijual kembali di pasaran.

Seseorang jika membeli suatu product tentunya mempunyai beberapa alasan atau pertimbangan dalam membeli product tersebut. Bapak Amril menjelaskan ada 5 alasan atau pertimbangan seseorang dalam membeli product, yaitu product atributes, brand, packaging, label, dan product support services.

Product atributes berhubungan dengan kelengkapan peralatan maupun produk, seperti quality, feautures, dan design. Suatu produk dikatakan berkualitas apabila memiliki fungsi, daya tahan, penghandalan, presition, dan repair. Brand adalah  nama yang penting sebagai tanda dan symbol dari produk atau perusahaan yang memproduksi. Packaging berhubungan dengan pengemasan suatu produk. Biasanya produk dikemas semenarik mungkin agar pembeli tertarik membeli produk tersebut. Label hampir sama dengan brand, contohnya ketika orang membeli air minum kemasan pasti menyebutnya dengan merek AQUA padahal air minum kemasan itu bukan bermerek AQUA, contoh lainnya orang-orang menyebut Bus Transjakarta dengan sebutan busway, padahal nama sebenarnya adalah Bus Transjakarta. Product support services merupakan layanan pendukung pada suatu produk. Contohnya, membeli handphone ada tempat servicenya.

Putri Puji Pertiwi
1445097788
MP Nonreg 2009

0 comments:

Post a Comment