Tuesday, March 29, 2011

Revisi Bisnis Yang Akan Dibuat


Nama              : Putri Puji Pertiwi

Kelas               : MP Non reguler 2009
Jenis usaha     : Sekolah kecantikan (Kursus Kecantikan)

            Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang, sebab banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dari sana. Selain bisa menjadi bos dari diri sendiri, jam kerja bisa diatur dengan fleksibel, juga potensi penghasilan yang bisa lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain itu dengan membuka usaha sendiri kita tidak hanya membantu diri kita tetapi juga membantu orang lain dengan memberi kesempatan mereka bekerja pada usaha kita.

Adapun bidang usaha yang mau saya jalani adalah usaha sekolah kecantikan atau kursus kecantikan, dengan alasan kebutuhan jasa kecantikan tidak akan pernah habis. Selain itu keinginan membuka sekolah kecantikan ini berawal dari keinginan dari memiliki penampilan yang menarik terutama untuk diri sendiri sekitar 4 tahun terakhir ini. Di jaman seperti ini menurut saya, sekarang orang kursus kecantikan tidak lagi karena ingin membuka salon sendiri. Tetapi untuk menunjang penampilannya diri sendiri tanpa harus repot-repot ke salon apabila ingin make-up untuk sekedar make-up sehari-hari ataupun make-up saat pesta (baik malam maupun siang hari). Walaupun diantara mereka yang kursus memang beralasan agar dapat bekerja disebuah salon ternama atau bahkan membuka usaha salon sendiri.

Didalam usaha sekolah kecantikan yang akan saya buat nanti, saya akan memilih guru yang sudah profesional dibidang kecantikan. Selain itu saya juga akan mengadakan seminar-seminar kecantikan dengan mendatangkan pakar kecantikan baik itu dilingkungan dalam ataupun luar negeri agar para siswa yang belajar disekolah kecantikan saya dapat berkonsultasi atau belajar langsung dengan seorang pakar kecantikan tersebut.

Program yang ditawarkan oleh sekolah kecantikan yang akan buat nanti terdiri dari tiga program. Program pertama, tata rambut yang terdri dari gunting, keriting, reboding, smoothing, pewarnaan, creambath, hairspa, hairmask. Program kedua, tata rias yang menekankan bagaimana cara bermake-up yang sesuai dengan waktu dan event. Program ketiga, perawatan wajah dan kulit (tubuh) yang meliputi facial, totok wajah, eye treatment, spa, bleeching, manicure, pedicure, terapi ear candle dll.

Dalam kurikulum yang saya buat, program-program tersebut diajarkan  selama tiga bulan sesuai dengan materi pilihan calon siswa. Untuk teori tertulis akan ajarkan minimal dua minggu selanjutnya praktek.

Selanjutnya saya akan membahas mengenai segmentasi pasar untuk sekolah kecantikan yang saya buat. Berdasarkan segmentasi geografis, sekolah kecantikan yang akan saya buat nanti akan dibuat di kawasan perkotaan agar orang-orang dapat dengan mudah mengaksesnya. Untuk segmentasi demografis, sekolah kecantikan yang akan saya buat terbuka bebas untuk umum baik wanita atau pria dengan usia minimal 17 tahun dan maksimal 35 tahun.

Berdasarkan segmentasi psycografis, mungkin ada sebagian orang yang beranggapan bahwa sekolah kecantikan harus merogoh kocek yang besar, namun untuk sekolah kecantikan yang saya buat akan dibuat dengan harga yang tidak terlalu mahal. Sehingga dari segi sosial dapat terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.

Monday, March 28, 2011

Reportase ke-4 "SEGMENTASI DAN TARGET PASAR"

Jakarta, 23 Maret 2011 – Pada pertemuan keempat Bapak Amril Muhammad SE, M.Pd, selaku dosen Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan membahas mengenai Segmentasi dan Target Pasar.
Pasar itu adalah tempat bertemunya penyedia produk/jasa dengan pembeli potensial yang disertai adanya produk/jasa yang ditawarkan. Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Amril, pasar itu mempunyai ciri Mass Marketing  (penjualan dalam partai besar dimana banyak terdapat penjual maupun pembeli) seperti Pekan Raya Jakarta. Selanjutnya pasar juga harus memiliki style tersendiri yang unik, setiap pasar memiliki target dan kualitas yang berbeda biasanya dilihat dari bahan dasar pembuatan produk, serta ukuran. Contohnya bermacam-macam model kerah baju, ukuran baju ada yang s,m,l,dan xl.

Dalam pemasaran faktor segmentasi menjadi sangat penting bagi kesuksesan sebuah perusahaan. Segmentasi pasar adalah membagi atau memecah-mecah pasar dalam kelompok-kelompok yang kemudian dibuat perbedaan dari kebutuhan, karakteristik, dan perilaku. Yang menjadi dasar dalam pengelompokan segmentasi pasar tersebut dilihat dari 3 faktor, yakni faktor  geografis, demografis, psycografis, dan behaviour.

Segmentasi georgafis, didalam segmentasi pasar ini membagi pasar menjadi nation, state, region, dan cities. Nation  berkaitan dengan segmen pemasaran produk akan dijual ke dalam atau keluar negeri. State berkaitan dengan aturan-aturan yang berlaku didalam suatu negara. Contohnya, kursus tari striptis diperbolehkan untuk disebagian negara tetapi tidak diperbolehkan di Indonesia, oleh karena itu tidak ada sebuah lembaga kursus tari striptis tidak ada yang membuka kursus tersebut di Indonesia dengan alasan aturan-aturan yang berlaku di Indonesia. Region berkaitan dengan wilayah tempat penyebaran hasil produksi. Contohnya, sebuah perusahaan pakaian muslim memasarkan hasil produksinya ke wilayah-wilayah yang mayoritas masyarakatnya beagama muslim. Cities berkaitan dengan petimbangan harga produk. Contohnya, apabila kita ingin menjual suatu produk dengan harga mahal akan lebih mudah apabila dijual dikota besar dibandingkan dikota kecil.

Segmentasi demografis, didalam segmentasi pasar ini membagi pasar berdasarkan usia, jenis kelamin, ukuran keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, dan ras. Usia berkaitan dengan target pasar kita memiliki kisaran umur berapa. Contohnya, apabila kita ingin membuat usaha penitipan anak kisaran umurnya 1-3tahun. Jenis kelamin berkaitan dengan target pasar kita diperuntukan untuk laki-laki atau perempuan. Contohnya, apabila kita membuka usaha salon harus jelas diperuntukan untuk laki-laki atau wanita. Ukuran keluarga berkaitan dengan jumlah keluarga. Contohnya, untuk mobil honda jazz diperuntukan untuk yang jumlah keluarganya kurang dari 4 orang, sedangkan innova diperuntukkan untuk yang jumlah keluarganya lebih banyak. Pendapatan berkaitan dengan berapa jumlah pendapatan orang yang menjadi target pasar kita. Contohnya, jika kita mau membuat kartu kredit pendapatan minimal kita harus 5juta rupiah. Pekerjaan berkaitan pekerjaan yang dimiliki oleh target pasar kita. Contohnya, apabila kita ingin membuat restauran yang mahal berarti target pasar kita yaitu orang-orang yang memiliki pekerjaan dengan level setingkat manajer. Agama berkaitan dengan agama target pasar kita. Contohnya, apabila kita ingin membuka restaurant itu diperuntukkan untuk muslim atau umum karena berkaitan dengan halal dan tidak halal. Ras berkaitan dnegan ras yang dimiliki target pasar kita. Contohnya, dipapua tidak dijual produk untuk ras kulit putih karena tidak sesuai.

Segmentasi psikografis, didalam segementasi psikografis membagi pasar berdasarkan status sosial, gaya hidup, dan  personality. Sosial berkaitan dengan kelas sosial target pasar kita didalam masyarakat. Contohnya, orang yang status sosialnya menengah ke atas belanja di PIM, PS, dan sebagainya sedangkan orang yang status sosialnya menengah kebawah belanja di sogo jongkok. Gaya hidup berkaitan dengan sederhana atau glamornya selera masyarakat. Contohnya, orang yang santai memakai baju casual. Personality berkaitan dengan kepribadian seseorang. Contohnya, seorang yang perfectionis memakai baju yang rapi.

Segmentasi behavior, didalam segmentasi behavior membagi pasar berdasarkan manfaat, sering tidaknya digunakan, loyalitas, kesiapan konsumen, sikap terhadap produk, tipe positif negatif, relationship buyers, serta transaction buyers.

Putri Puji Pertiwi
1445097788
MP Nonreg 2009

Tuesday, March 22, 2011

BISNIS YANG DIBUAT "SALON KECANTIKAN"


Nama              : Putri Puji Pertiwi

NIM                : 1445097788
Kelas               : MP Non reguler 2009
Jenis usaha     : Salon kecantikan

Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang, sebab banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dari sana. Selain bisa menjadi bos dari diri sendiri, jam kerja bisa diatur dengan fleksibel, juga potensi penghasilan yang bisa lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain itu dengan membuka usaha sendiri kita tidak hanya membantu diri kita tetapi juga membantu orang lain dengan memberi kesempatan mereka bekerja pada usaha kita.

Adapun bidang usaha yang mau saya jalani adalah usaha salon kecantikan, dengan alasan selain karena saya menyukai perawatan yang ada disalon, kebutuhan akan jasa kecantikan ini tidak pernah habis. Terutama wanita yang sedari dulu sudah sangat sadar perlunya merawat kecantikan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Wanita dulu biasa melakukan perawatan tubuhnya sendiri di rumah dengan ramuan kecantikan tradisional yang diolah sendiri. Di zaman sekarang yang serba praktis ini, wanita tidak lagi membuat ramuan kecantikan sendiri namun bisa membelinya dalam kemasan siap pakai di toko-toko. Namun, walau banyak alternatif perawatan tubuh yang dapat dilakukan sendiri di rumah, namun beberapa hal tetap harus dibantu orang lain misalnya gunting rambut dan blow. Lagipula pada dasarnya wanita senang dimanjakan, sehingga walaupun bisa mencuci rambut sendiri, luluran, creambath, facial atau gunting kuku mereka sendiri, tetap saja mereka akan lebih senang  jika orang lain yang mengerjakannya. Layaknya putri raja yang dilayani para dayang, begitulah perasaan wanita di salon.

Konsep strategi kedepan yang akan saya jalani untuk usaha salon saya, saya akan membuat usaha salon saya berbeda dari salon-salon kecantikan yang sudah ada. Saya akan membuat salon yang menyediakan perawatan kecantikan yang lebih variatif seperti spa. Kini, khususnya di Indonesia, Paket spa biasanya diawali dengan memijat tubuh menggunakan minyak tertentu. Perawatan ini bertujuan untuk mengendurkan otot yang kaku sehingga tubuh menjadi rileks. Tahapan berikutnya biasanya pembaluran dan penggosokan tubuh, biasa dikenal sebagai body scrub, dengan rempah tertentu untuk mengangkat sel kulit mati. Setelah itu, tubuh akan dibalurkan lagi dengan rempah lainnya dan dibungkus dengan selimut khusus atau daun. Dan terakhir barulah proses berendam atau mandi. Paket spa yang ada disalon saya nanti akan dilengkapi dengan perawatan rambut, wajah bahkan bagian intim. Tentunya, dengan perawatan lengkap itu, tujuan spa bukan lagi mengatasi penyakit kekurangan zat besi, tapi merileksasi, membersihkan tubuh, serta menjaga kebugaran dan kecantikan. Wanita tentunya akan senang karena tidak hanya cantik tetapi mereka juga dapat menjaga kebugaran.

Selain dengan menawarkan paket kecantikan yang lebih variatif, saya akan membuat produk sendiri untuk salon kecantikan yang saya miliki dan dipasarkan ke salon-salon yang ada dengan alasan hal itu dapat membantu mempromosikan salon yang saya miliki. Yang sudah pasti produk yang saya buat sejajar dengan produk-produk terkenal lainnya.

Pelayanan yang baik dan tempat yang nyaman tentunya akan membuat para pelanggan merasa nyaman jika berada di salon yang kita miliki. Oleh karena itu saya akan menekankan kepada para pekerja disalon saya bahwa kepuasan pelanggan merupakan poin yang paling penting. Karena saya bukan berasal dari latar belakang sekolah kecantikan, untuk mendukung kepuasan pelanggan tersebut, saya akan mencari tenaga profesional terlatih. Ataupun dengan bekerja sama dengan sekolah penata rambut atau kursus kecantikandalam menyalurkan siswanya tentunya dengan memilih yang lebih kompeten dan berpengalaman dengan memastikan semua pekerja disalon saya memenuhi syarat bekerja guna mencegah terjadinya kecelakaan atau kesalahan kerja.

Monday, March 21, 2011

Reportase ke-3 "MENGANALISIS LINGKUNGAN ORGANISASI PENDIDIKAN"

JAKARTA, 16 MARET 2011 – Pada pertemuan ketiga mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan yang berlangsung di ruang 307 Gedung Daksinapati kampus A Universitas Negeri Jakarta dengan dosen,  Amril Muhammad, SE., M.Pd ini membahas tentang Analisis Lingkungan Organisasi.

Sebuah organisasi di dalam mengembangkan pemasarannya harus memperhatikan lingkungan dari organisasi itu sendiri. Baik itu lingkungan internal maupun lingkungan eksternal.  Lingkungan pemasaran dapat diartikan sebagai pelaku dan kekuatan diluar pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga transaksi dengan pelanggan bisa terjadi atau berlangsung lancar. Lingkungan pemasaran diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yakni  lingkungan internal (berasal dari dalam) dan lingkungan eksternal (berasal dari luar) .

Lingkungan Internal, adalah suatu kondisi yang mempengaruhi organisasi yang berasal dari dalam organisasi tersebut. Lingkungan pemasaran yang tergolong dalam lingkungan internal adalah :
  • ·         Manusia, Setiap individu atau manusia memiliki kemampuan dan kompetensi yang berbeda-beda dalam menjalankan tugas atau pekerjaan. Kompeten artinya mampu melaksanakan pekerjaan yang sudah dibebankan kepada seseorang. . Selain itu diperlukan pula suatu kesesuaian posisi /placement yang sesuai dengan kompetensi, minat, dan bakat,serta kepribadian yang dimiliki seseorang agar pekerjaan yang diberikan kepada seseorang bisa diselesaikan dengan baik. Promosi di sini juga penting sebagai upaya untuk meningkatkan jabatan atau pangkat pekerja tersebut.  Selain itu yang harus diperhatikan adalah reward/penghargaan, baik yang berupa materi (bonus, gaji) maupun non materi (pujian) atas kinerja yang telah dilakukannya selama ini. Dengan adanya reward, individu tersebut merasa hasil kerja keras ia dihargai oleh orang lain.  “Apabila kesemua hal itu terpenuhi namun reward yang diterima tidak sesuai dengan kinerjanya, maka produktivitasnya dalam organisasi/perusahan tentu tidaklah maksimal.” Jelas  Pak Amril.


  • ·         Kebijakan, Kebijakan mempengaruhi kelangsungan suatu organisasi karena menggambarkan visi dan misi yang akan dicapai serta aturan-aturan yang digunakan. Visi dan misi menjadi sangat penting karena menggambarkan tujuan organisasi tersebut mau dibawa kearah mana. Sedangkan aturan berkaitan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jika kebijakan yang dibuat oleh suatu oranisasi sesuai visi dan misi serta dijalankan sebagai mana mestinya sesuai dengan peraturan maka akan dengan mudah mengembangkan organisasi. Selain itu akan meminimalisir permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi.  Kebijakan yang baik itu memiliki target segmen yang ingin dikejar dan filosofi marketing apakah organisasi/perusahaan tersebut mengejar penjualan sebanyak-banyaknya untuk keuntungan perusahaan ataukah berorientasi pada kepuasan konsumen, lingkungan, maupun soial yang biasa disebut social marketing.


  • ·         Kepemimpinan, seperti yang dijelaskan oleh Pak Amril, “Kepemimpinan memengaruhi semua aspek dan memberi peluang dalam mengambil kebijakan”. Terdapat bermacam-macam gaya kepemimpinan yakni  Kepemimpinan sentralistik (otoriter), kepemimpinan moderat (demokratis), kepemimpinan yang lepas tangan (melimpahkan semua tugas kepada bawahan), kepemimpinan berorientasi tugas, serta kepemimpinan yang berorientasi pada manusia.


  • ·         Sistem Reward, Setiap individu yang bekerja dalam suatu organisasi mengharapkan reward sesuai dengan apa yang telah dilakukan individu tersebut dalam organisasi. Maka tidak heran jika seseorang atau kelompok itu menganggap penting untuk  mendapat reward. Karena reward merupakan penghargaan kepada seseorang atas apa yang telah dikerjakan. Sehingga orang menjadi merasa di hargai terhadap apa yang telah dilakukan dan pengorbanan terhadap organisasi . Ada dua jenis penghargaan, yakni berupa materi (gaji, bonus, tunjangan) dan non material (pujian)


  • ·         Budaya,  Budaya yang ditampilkan perusahaan yang berupa nilai-nilai yang dibangun dengan teladan yang ditunjukkan oleh pemimpin dan tampilan fisik yang meliputi bangunan, seragam pekerja, warna, penempatan dan bentuk, juga membangun image yang baik kepada dunia luar yang akhirnya akan memberikan dampak kepada perusahaan.


Lingkungan Eksternal, adalah lingkuangan yang mempengaruhi organisasi dan berasal dari luar organisasi . Lingkungan eksternal yang tergolong dalam lingkungan pemasaran adalah:
  • ·         Demografi, Berkaitan dengan Pertumbuhan populasi kependudukan, kepadatan penduduk, lokasi, usia, gender, ras, dan pekerjaan.


  • ·         Economic environment/ daya beli, Faktor ekonomi sangat berhubungan dengan proses jual beli. Ekonomi juga merupakan faktor pendukung dari terbentuknya organisasi pendidikan di Indonesia.


  • ·         Natural environment/ lingkungan alam, misalnya seperti di papua yang air tanahnya mengandung bekteri dan kuman sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.


  • ·         Teknologi, Adanya teknologi dapat membuat suatu kondisi yang kondusif dalam proses pembelajaran serta dapat membuat nama suatu sekolah menjadi terangkat karena fasilitas yang disediakan tersebut.


  • ·         Lingkungan Budaya , Nilai-nilai budaya dasar bertahan kuat, yaitu keyakinan  & nilai-nilai yang diwariskan oleh orang tua kepada anak, diperkuat oleh lembaga sosial utama (sekolah, tempet ibadah, bisnis & pemerintah). Keberadaan subkultur (kelompok yang memiliki nilai-nilai yang sama yang muncul dari pengalaman/keadaan hidup yang khusus/pasar sasaran.


Putri Puji Pertiwi
1445097788
MP Nonreg 2009

Monday, March 7, 2011

Reportase ke-2 "KONSEP DASAR JASA"

Suatu aktivitas serangkaian kegiatan dimana terjadi interaksi dengan manusia maupun mesin dan disediakan untuk memuaskan pelanggan dinamakan jasa. Jadi di dalam jasa setiap konsumen berusaha untuk memuaskan produsen dengan berbagai cara agar konsumen tetap menggunakan jasa tersebut. Sebagai contoh dahulu ketika kita akan membayar tol, kita harus direpotkan dengan mengantri dengan pembayaran tunai, tetapi sekarang kita bisa menggunakan layanan e-toll card untuk memudahkan kita tanpa harus mengantri diloket pembayaran tunai. Contoh lainnya dahulu ketika kita akan mengambil uang kita harus pergi ke bank melalui teller tetapi sekarang jika kita akan mengambil uang kita bisa langsung pergi ke ATM tanpa harus pergi ke Bank. Semua itu dilakukan pihak produsen untuk memuaskan konsumen dengan menyediakan berbagai pelayanan dan inovasi-inovasi baru. Namun tidak semua konsumen senang dengan pelayan yang praktis yang diberikan oleh produsen. Contohnya e-toll card akan bermanfaat untuk orang-orang yang sering menggunakan jalan tol karena lebih praktis, namun untuk orang-orang yang jarang menggunakan jalan tol akan lebih memilih fasilitas biasa dengan pembayaran tunai, karena kebutuhan dan kepuasan konsumen yang berbeda-beda maka pihak produsen tetap menyediakan layanan biasa.

Dalam pemasaran jasa ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh produsen, diantaranya:
  1. Kemasan, karena kemasan menunjukkan identitas suatu barang yang akan dijual
  2. Produsen jasa harus pandai memilih segmen
  3. Karena sifatnya yang abstrak (baru bisa dinikmati setelah diproduksi) maka jasa harus didukung dengan fitur-fitur tambahan
  4. Pemasaran dari segi orang yang hebat atau dengan menggunakan brand ambasador, contohnya, Universitas Paramadina banyak diminati karena disana terdapat tokoh hebat bernama Nurkholis Majid  dan iklan lux yang menggunakan brand ambasador wanita yang cantik agar konsumen tertarik dengan produk tersebut.
  5. Penempatan, contohnya apabila kita akan membangun mesjid disebuah sekolah, apabila mesjid tersebut ditujukan untuk umum sebaiknya mesjid diletakkan di dekat jalan sehingga memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya.


Jasa adalah aktivitas yang melibatkan interaksi manusia dan mesin yang semuanya ditujukan untuk memuaskan pelanggan. Namun berbeda dengan jasa dalam bidang pendidikan (industri mulia). Di dalam pendidikan tidak bisa menerapkan kepuasan pelanggan. Karena didalam jasa pendidikan kualitasnya sangat dipengaruhi oleh interaksi antara produsen dan konsumen. Pendidikan itu dibuat supaya orang dapat mencapai kehidupan yang lebih baik.

Untuk membuat bisnis jasa berkembang perlu dilakukan hal-hal berikut:
  1. Renewing, Memperbaiki jasa yang di tawarkan dengan cara melakukan survey mendatangi tempat yang akan diobservasi. Contohnya dulu bank hanya menyediakan jasa untuk menabung saja, namun kini ada tabungan untuk pergi haji, umroh, deposito, reksadana, saham, dan lain-lain untuk melakukan pembaharuan layanan jasa.
  2.  Localilizing service point, Lokalisasi titik-titik pelayanan dengan memberikan pelayanan pada konsumen. Contohnya ATM yang terdapat dimana-mana, alfamart dan indomart yang terdapat dimana-mana, rumah makan membuka cabang dimana-mana.
  3. Leverage contract, Adanya kesepakatan (perjanjian kontrak) yang dibuat diawal antara konsumen dan produsen. Contohnya, apabila kita menabung disebuah bank kita akan diberikan bunga beberapa persen dari tabungan yang kita miliki.
  4. Using of information, Memanfatkan informasi baik yang berbayar maupun yang free. Contohnya, facebook dan twitter yang digunakan untuk mempromosikan jasa.
  5. Determain strategic value, Strategi yang digunakan oleh produsen agar konsumen mengatakan “ya”


Putri Puji Pertiwi
1445097788
MP Nonreg 2009