JAKARTA, 16 MARET 2011 – Pada pertemuan ketiga mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan yang berlangsung di ruang 307 Gedung Daksinapati kampus A Universitas Negeri Jakarta dengan dosen, Amril Muhammad, SE., M.Pd ini membahas tentang Analisis Lingkungan Organisasi.
Sebuah organisasi di dalam mengembangkan pemasarannya harus memperhatikan lingkungan dari organisasi itu sendiri. Baik itu lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Lingkungan pemasaran dapat diartikan sebagai pelaku dan kekuatan diluar pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga transaksi dengan pelanggan bisa terjadi atau berlangsung lancar. Lingkungan pemasaran diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yakni lingkungan internal (berasal dari dalam) dan lingkungan eksternal (berasal dari luar) .
Lingkungan Internal, adalah suatu kondisi yang mempengaruhi organisasi yang berasal dari dalam organisasi tersebut. Lingkungan pemasaran yang tergolong dalam lingkungan internal adalah :
- · Manusia, Setiap individu atau manusia memiliki kemampuan dan kompetensi yang berbeda-beda dalam menjalankan tugas atau pekerjaan. Kompeten artinya mampu melaksanakan pekerjaan yang sudah dibebankan kepada seseorang. . Selain itu diperlukan pula suatu kesesuaian posisi /placement yang sesuai dengan kompetensi, minat, dan bakat,serta kepribadian yang dimiliki seseorang agar pekerjaan yang diberikan kepada seseorang bisa diselesaikan dengan baik. Promosi di sini juga penting sebagai upaya untuk meningkatkan jabatan atau pangkat pekerja tersebut. Selain itu yang harus diperhatikan adalah reward/penghargaan, baik yang berupa materi (bonus, gaji) maupun non materi (pujian) atas kinerja yang telah dilakukannya selama ini. Dengan adanya reward, individu tersebut merasa hasil kerja keras ia dihargai oleh orang lain. “Apabila kesemua hal itu terpenuhi namun reward yang diterima tidak sesuai dengan kinerjanya, maka produktivitasnya dalam organisasi/perusahan tentu tidaklah maksimal.” Jelas Pak Amril.
- · Kebijakan, Kebijakan mempengaruhi kelangsungan suatu organisasi karena menggambarkan visi dan misi yang akan dicapai serta aturan-aturan yang digunakan. Visi dan misi menjadi sangat penting karena menggambarkan tujuan organisasi tersebut mau dibawa kearah mana. Sedangkan aturan berkaitan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jika kebijakan yang dibuat oleh suatu oranisasi sesuai visi dan misi serta dijalankan sebagai mana mestinya sesuai dengan peraturan maka akan dengan mudah mengembangkan organisasi. Selain itu akan meminimalisir permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi. Kebijakan yang baik itu memiliki target segmen yang ingin dikejar dan filosofi marketing apakah organisasi/perusahaan tersebut mengejar penjualan sebanyak-banyaknya untuk keuntungan perusahaan ataukah berorientasi pada kepuasan konsumen, lingkungan, maupun soial yang biasa disebut social marketing.
- · Kepemimpinan, seperti yang dijelaskan oleh Pak Amril, “Kepemimpinan memengaruhi semua aspek dan memberi peluang dalam mengambil kebijakan”. Terdapat bermacam-macam gaya kepemimpinan yakni Kepemimpinan sentralistik (otoriter), kepemimpinan moderat (demokratis), kepemimpinan yang lepas tangan (melimpahkan semua tugas kepada bawahan), kepemimpinan berorientasi tugas, serta kepemimpinan yang berorientasi pada manusia.
- · Sistem Reward, Setiap individu yang bekerja dalam suatu organisasi mengharapkan reward sesuai dengan apa yang telah dilakukan individu tersebut dalam organisasi. Maka tidak heran jika seseorang atau kelompok itu menganggap penting untuk mendapat reward. Karena reward merupakan penghargaan kepada seseorang atas apa yang telah dikerjakan. Sehingga orang menjadi merasa di hargai terhadap apa yang telah dilakukan dan pengorbanan terhadap organisasi . Ada dua jenis penghargaan, yakni berupa materi (gaji, bonus, tunjangan) dan non material (pujian)
- · Budaya, Budaya yang ditampilkan perusahaan yang berupa nilai-nilai yang dibangun dengan teladan yang ditunjukkan oleh pemimpin dan tampilan fisik yang meliputi bangunan, seragam pekerja, warna, penempatan dan bentuk, juga membangun image yang baik kepada dunia luar yang akhirnya akan memberikan dampak kepada perusahaan.
Lingkungan Eksternal, adalah lingkuangan yang mempengaruhi organisasi dan berasal dari luar organisasi . Lingkungan eksternal yang tergolong dalam lingkungan pemasaran adalah:
- · Demografi, Berkaitan dengan Pertumbuhan populasi kependudukan, kepadatan penduduk, lokasi, usia, gender, ras, dan pekerjaan.
- · Economic environment/ daya beli, Faktor ekonomi sangat berhubungan dengan proses jual beli. Ekonomi juga merupakan faktor pendukung dari terbentuknya organisasi pendidikan di Indonesia.
- · Natural environment/ lingkungan alam, misalnya seperti di papua yang air tanahnya mengandung bekteri dan kuman sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.
- · Teknologi, Adanya teknologi dapat membuat suatu kondisi yang kondusif dalam proses pembelajaran serta dapat membuat nama suatu sekolah menjadi terangkat karena fasilitas yang disediakan tersebut.
- · Lingkungan Budaya , Nilai-nilai budaya dasar bertahan kuat, yaitu keyakinan & nilai-nilai yang diwariskan oleh orang tua kepada anak, diperkuat oleh lembaga sosial utama (sekolah, tempet ibadah, bisnis & pemerintah). Keberadaan subkultur (kelompok yang memiliki nilai-nilai yang sama yang muncul dari pengalaman/keadaan hidup yang khusus/pasar sasaran.
Putri Puji Pertiwi
1445097788
MP Nonreg 2009




0 comments:
Post a Comment