Thursday, June 9, 2011

Reportase ke-8 "PROMOTION"

Jakarta 13 Mei 2011. Pukul 13.00-15.00 di lantai 3 gedung Daksinapati kampus A Universitas Negeri Jakarta ruang 307 oleh dosen Amril Muhammad,SE., M.Pd dengan mata kuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan. pada hari itu pak amril menjelaskan tentang Promotion pada marketing mix yang dalam pertemuan sebelumnya dijelaskan mengenai PLACE pada marketing mix.
Promotion dilakukan karena seseorang perlu menginformasikan tentang produk yang dijual. Untuk itu muncul iklan. Iklan itu sendiri mengandung pengertian penyampaian informasi dengan tidak adanya pertemuan langsung atara konsumen dengan produsen. Ada beberapa cara yag dilakukan produsen untuk mempromosikan dan mengkomunikasikan produknya kepada konsumen, yaitu:
  1. Advertising, Bentuk promosi gagasan barang atau jasa yang di sampaikan melalui media indoor, outdoor, cetak, audio, visual maupun audiovisual.
  2.  Personal sellingPenjualan dan promosi dilakukan oleh sales itu sendiri. Contoh: MLM
  3. Sales promotion, Penjualan dilakukan perusahaan kepada konsumen dengan member bonus atau potongan harga dalam jangka waktu tertentu.
  4. Public relation, Proses membangun hubungan baik antar perusahaan dengan masyarakat atau konsumen untuk membangun citra positif perusahaan dimata masyarakat.  Selain itu public relation juga  berfungsi  untuk mengatasi masalah-masalah negative yang mungkin muncul dikegiatan-kegiatan tertentu yang dilakukan.


Tuesday, June 7, 2011

Reportase ke-9 "KUALITAS"

Jakarta, 25 Mei 2011, Pada pertemuan mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan kali ini yang berlangsung di ruang 307 Gedung Daksinapati kampus A Universitas Negeri Jakarta dengan dosen,  Amril Muhammad, SE., M.Pd ini membahas tentang kualitas dalam pemasaran suatu produk.

Apa itu kualitas? Kualitas adalah suatu strategi dasar bisnis yang menghasilkan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan atau bahkan melampaui harapan konsumen bukan saja satu kali tetapi berulangkali dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Suatu barang dikatakan berkualitas jika:
  • ·       Satu-satunya, suatu produk dikatakan berkualitas jika hanya ada satu ada diproduksi tetapi jumlahnya terbatas (absolut). Contoh: Universitas Negeri Jakarta dikatakan berkualitas karena merupakan satu-satunya universitas negeri di Jakarta.
  • ·        Standar, kualitas yang bersifat relative (penyesuaian yang berubah-ubah tergantung situasi).
  • ·       Consumer satisfaction (kepuasan pelanggan), suatu barang dikatakan berkualitas jika mampu memenuhi kepuasan pelanggan. Begitu banyak jumlah konsumen dengan selera yang berbeda-beda, namun bagaimana caranya agar tetap bisa membuat konsumen puas. Dalam consumer satisfaction, dikenal istilah Consumer Behaviour atau prilaku konsumen.

Untuk mengamati prilaku konsumen atau untuk mengetahui trand baru di masyarakat perlu dibuat marketing intellegence. Tujuannya yaitu untuk memantau apakah tipe konsumen yang suka membeli atau tipe yang eksklusif. Untuk mengetahui apakah barang itu berkualitas atau tidak dapat dilihat dengan melihat berapa pelanggan yang dimiliki suatu toko, semakin banyak jumlah pelanggan yang dimiliki, maka semakin berkualitas barang yang diproduksi.

Bapak Amril mengibaratkan kualitas itu seperti ikan. Dimana kepala ikan sebagai kualitas dan rusuk-rusuk tulang ikan sebagai alasan apa yang membuat suatu produk itu berkualitas. Seperti gambar yang dibuat oleh Bapak Amril, di rusuk-rusuk tulang ikan di sisi kiri terdapat daya tahan, harga, sumber daya manusia (SDM), sarana, merk dan kurikulum sedangkan di sisi kanan terdapat kemasan, lokasi, promosi, harga dan fitur.

Wednesday, May 18, 2011

Resume Perkuliahan ke-7 "PLACE"

Jakarta, 13 Mei 2011, Pada pertemuan mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan kali ini yang berlangsung di ruang 306 Gedung Daksinapati kampus A Universitas Negeri Jakarta dengan dosen,  Amril Muhammad, SE., M.Pd ini membahas tentang place pada marketing mix setelah di dua pertemuan sebelumnya telah dibahas mengenai product dan price dalam marketing mix.
Place merupakan pendistribusian suatu barang atau produk dari produsen ke konsumen. Pendistribusian ini dapat dilakukan melalui cara-cara berikut ini:
  1. Penjual langsung, berupa toko atau outlet milik sendiri atau sewa.
  2. Intermediatery, berupa supermarket, agen, dan toko milik pihak 3 (penyedia jasa, perantara, konsumen). Dimana dalam sistem ini menggunakan sistem bagi hasil.
  3. Hybird, merupakan cara pendistribusian campuran, jadi selain produsen membuka toko sendiri, produsen juga mendistribusikan ke agen.
  4. Telemarketing, cara pendistribusian dengan melakukan penawaran terlebih dahulu, contohnya bank akan menelpon calon konsumen dengan menawarkan produk-produknya, asuransi,  dan kartu kredit.
  5. Multi Level Marketing (MLM), cara pendistribusian barang yang dilakukan dengan cara mengajak orang untuk bergabung dalam sebuah perusahaan. Contoh: oriflame.
  6. E–commerce, cara pendistribusian barang dilakukan dengan menggunakan sistem online. Contoh: kaskus, tokobagus.com

Mengapa seseorang lebih memilih menjual dengan bantuan orang lain tanpa membuka toko sendiri? Ada beberapa alasan diantaranya adalah:
  1. Efisiensi biaya, produsen tidak perlu repot-repot mengeluarkan modal lebih untuk menyewa atau membeli toko atau outlet.
  2. Agar bisa fokus
  3. Mempertimbangkan kualitas, dalam suatu usaha kita harus memperhatikan kualitas yang akan diberikan kepada konsumen
  4. Sumber Daya Manusia, produsen tidak perlu repot-repot untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk menggaji pegawai. Semakin banyak pegawai, semakin banyak pula biaya yang dikeluarkan dalam membayar gajinya.
  5. Pergudangan, supaya tidak menumpuk di dalam gudang.

Marketing Promotion and Communication
Dalam melakukan bisnis tidak hanya melakukan pendistribusian barang atau produk saja, namun pemasaran promosi dan mengkomunikasikan produk kepada khalayak ramai agar mereka mengetahui penjualan kita juga memegang peranan penting.
  1. Advertising
Merupakan bentuk promosi gagasan barang atau jasa yang disampaikan melalui media indoor dan outdoor, cetak, audio, dan audio visual.
  1. Personal selling
Merupakan promosi dan penjualan yang dialakukan oleh sales.
  1. Sales promotion
Penjualan yang dilakukan oleh perusahaan kepada konsumen dengan member bonus/potongan harga dalam jangka waktu tertentu.
  1. Public Relation
Proses membangun hubungan baik antara perusahaan ataupun sekolah dengan masyarakat atau konsumen untuk membangun citra positif perusahaan di citra masyarakat.

Resume Perkuliahan ke-6 "PRICE"

Jakarta, 11 Mei 2011, Pada pertemuan mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan kali ini yang berlangsung di ruang 307 Gedung Daksinapati kampus A Universitas Negeri Jakarta dengan dosen,  Amril Muhammad, SE., M.Pd ini membahas tentang price pada marketing mix setelah dipertemuan sebelumnya telah dibahas mengenai product dalam marketing mix.

Price adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk memperoleh barang baik produk atau jasa. Price juga dapat diartikan sebagai sejumlah nilai yang digunakan untuk memperoleh manfaat dan pemilikan atau pemilihan jasa.
Ada dua faktor yang mempengaruhi dalam menentukan harga (pricing):
1.    Faktor internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang ada dalam sebuah perusahaan/organisasi. Yang termasuk didalam faktor internal ada empat, yaitu cost (biaya), marketing mix strategi, marketing objective (tujuan pemasaran), dan organizational consideration (pertimbangan-pertimbangan organisasi) . Berikut akan dijelaskan satu persatu.
a.                                 Cost (Biaya)
Cost adalah berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan suatu barang beserta dengan laba yang diinginkan, dimana mencakup bahan baku (BB), tenaga kerja langsung (TKL), overhead (OH), dan laba.
b.                                 Marketing Mix Strategi
Barang yang sama kemudian dijual di tempat yang berbeda, tentu akan mengalami perbedaan harga juga.
c.                                 Marketing Objective (Tujuan Pemasaran)
Setiap perusahan sudah pasti mempunyai tujuan pemasaran yang berbeda-beda. Sebagai contoh UNJ, bila dilihat dari biaya kuliah mahasiswa yang kecil sebenarnya UNJ masih mengalami rugi, tetapi tujuan UNJ bukanlah untuk mecari keuntungan namun lebih kearah pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.
d.                                Organizational Consideration (Pertimbangan-pertimbangan Organisasi)
Merupakan kebijakan yang dibuat perusahaan dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yaitu dilihat dari sumber daya manusia, produk, kemasan, outlet, dan jangkauan konsumen.
2.    Faktor eksternal
Yang termasuk dalam faktor eksternal yaitu market, demand, competito, dan other eksternal. Berikut penjelasannya:
a.       Market
Market terdiri dari 3, yaitu pure competition (dalam berkompetisi benar-benar jujur dan bersih), monopoli (karna hanya ada satu perusahaan yang memproduksi, jadi perusahaan tersebut bebas menentukan harga. Contoh: PLN), dan oligarki (beberapa perusahaan bekerja sama dalam menyepakati harga suatu produk).
b.        Demand (permintaan)
Berhubungan dengan bunyi hukum permintaan, “ketika permintaan naik supplai tetap, harga naik dan ketika permintaan turun supplai tetap, harga turun.”
c.                     Competitiors (pesaing)
Perusahaan harus mengamati pesaing – pesaing yang ada agar dapat menentukan biaya, harga, dan keuntungan perusahaan itu sendiri. Hal ini dilakukan dengan beberapa teknik seperti riset pasar dan perbandingan harga terhadap kualitas setiap penawaran yang ditawarkan oleh pesaing. Misalnya antar KFC dan Mcdonalds.
d.                    Other eksternal
1)   Politik : contoh kerusuhan PILKADA
2)   Sosial : contoh kerusuhan SARA
3)   Hukum : contoh makanan yang telah berstempel halal, harganya akan menjadi mahal
4)   Ekonomi : contoh fakultas ekonomi dengan fakultas ilmu pendidikan biaya masuknya lebih mahal
5)   Geografi : contoh harga produk yang dipasarkan di daerah pegunungan biayanya lebih mahal karena kesulitan untuk menjangkau daerah pedalaman

Ada tiga pendekatan dalam menentukan harga, yaitu:
1.    Cost based pricing
Pembuatan harga dilihat dari harga pokoknya. Semakin banyak produksi, maka harga barangnya pun akan semakin murah.
2.    Value based pricing
Pembuatan harga dilihat dari kelompok konsumennya. Jika kelompok konsumen adalah masyarakat dari kalangan atas / kaya, maka harganya akan mahal.
3.    Competition based pricing
Pembuatan harga tergantung pada pesaing, bagaimana memutuskan harga barang agar tidak rugi.

Price Adjusment Strategic
1.    Discount (potongan harga) dan Allowance (tukar tambah)
Yaitu penentuan harga di bawah harga standar. Oleh karena itu dalam perusahaan memerlukan adanya jasa perantara dan agen untuk melakukan tukar tambah.
2.    Segmented Pricing
Yaitu penentuan harga tergantung segmen atau mereknya.
3.    Psychological Pricing
Yaitu menetapkan harga yang terlihat lebih murah. Contohnya Rp 4900 terlihat lebih murah dibanding Rp 5000. Psycological pricing ini juga terkait dengan references pricing (membeli barang karena ada informasi).
4.    Promotional Pricing
Harga yang diberikan dalam jangka waktu promosi.
5.    Geographic Pricing
Perbedaan harga karna letak geografisnya.
6.    International Pricing

Monday, April 25, 2011

Reportase ke-5 "Positioning dan Marketing Mix dalam Manajemen Pemasaran"

Jakarta, 20 April 2011. Pada pertemuan perkuliahan yang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan, Ruang 307 kali ini Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. selaku dosen Manajemen Pemasaran dan Jasa dalam Pendidikan, membahas tentang Positioning dan Marketing Mix dalam Manajemen Pemasaran.

Hal pertama yang dibahas adalah apa itu positioning? Positioning adalah suatu cara bagaimana kita meletakan atau menempatkan produk atau jasa yang kita jual sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Contohnya, jika kita ingin membuat TK atau PAUD, untuk memperoleh keuntungan, positioningnya haruslah di daerah perumahan yang banyak anak-anak agar TK atau PAUD tersebut laku.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam positioning, yaitu competitive advantages dan communicating and delivering. Competitive advantages terdiri dari empat unsur, yaitu product, service, personal, dan image. Sedangkan communicating and delivering berkaitan dengan proses menyampaikan barang dari produsen ke konsumen.

Setelah membahas tentang positioning, Bapak Amril membahas tentang marketing mix. Marketing mix terdiri dari empat komponen, yaitu product, price, place, dan promotion.

Seperti yang sudah diketahui dibahasan sebelumnya yang dijelaskan oleh Bapak Amril,  product adalah segala sesuatu yang ditawarkan dipasar untuk diperhatikan, diambil atau yang dikonsumsi yang mungkin memuaskan dari sebuah keinginan dan kebutuhan. Product dibagi menjadi 2 jenis, yaitu consumer product dan industrial product.

Consumer product  adalah barang-barang yang dibeli untuk dipakai sendiri. Consumer product dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu confinience, shopping product, speciality product, dan unsought product. Confinience adalah barang-barang yang diperlukan oleh semua orang dan bersifat kontinu, contohnya makanan. Shopping product adalah barang-barang yang sebelum dibeli dilakukan penyeleksian terlebih dahulu. Speciality product adalah barang-barang yang dibeli pada saat-saat tertentu, contohnya ketika menjelang valentine banyak barang-barang yang dijual bernuansa pink. Unsought product adalah membeli barang karena trand. Biasanya dilatarbelakangi oleh diskon besar-besaran yang diberikan oleh penjual jelas Bapak Amril. Jenis product yang kedua adalah industrial product. Industrial product adalah barang-barang yang dibeli untuk bisnis atau dijual kembali. Contohnya, membeli pakaian secara grosir atau dalam jumlah banyak untuk dijual kembali di pasaran.

Seseorang jika membeli suatu product tentunya mempunyai beberapa alasan atau pertimbangan dalam membeli product tersebut. Bapak Amril menjelaskan ada 5 alasan atau pertimbangan seseorang dalam membeli product, yaitu product atributes, brand, packaging, label, dan product support services.

Product atributes berhubungan dengan kelengkapan peralatan maupun produk, seperti quality, feautures, dan design. Suatu produk dikatakan berkualitas apabila memiliki fungsi, daya tahan, penghandalan, presition, dan repair. Brand adalah  nama yang penting sebagai tanda dan symbol dari produk atau perusahaan yang memproduksi. Packaging berhubungan dengan pengemasan suatu produk. Biasanya produk dikemas semenarik mungkin agar pembeli tertarik membeli produk tersebut. Label hampir sama dengan brand, contohnya ketika orang membeli air minum kemasan pasti menyebutnya dengan merek AQUA padahal air minum kemasan itu bukan bermerek AQUA, contoh lainnya orang-orang menyebut Bus Transjakarta dengan sebutan busway, padahal nama sebenarnya adalah Bus Transjakarta. Product support services merupakan layanan pendukung pada suatu produk. Contohnya, membeli handphone ada tempat servicenya.

Putri Puji Pertiwi
1445097788
MP Nonreg 2009

Tuesday, April 19, 2011

Revisi Segmentasi Usaha

Nama              : Putri Puji Pertiwi
Kelas               : MP Non reguler 2009
Jenis usaha     : Sekolah kecantikan (Kursus Kecantikan)

            Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang, sebab banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dari sana. Selain bisa menjadi bos dari diri sendiri, jam kerja bisa diatur dengan fleksibel, juga potensi penghasilan yang bisa lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain itu dengan membuka usaha sendiri kita tidak hanya membantu diri kita tetapi juga membantu orang lain dengan memberi kesempatan mereka bekerja pada usaha kita.

Adapun bidang usaha yang mau saya jalani adalah usaha sekolah kecantikan atau kursus kecantikan, dengan alasan kebutuhan jasa kecantikan tidak akan pernah habis. Selain itu keinginan membuka sekolah kecantikan ini berawal dari keinginan dari memiliki penampilan yang menarik terutama untuk diri sendiri sekitar 4 tahun terakhir ini. Di jaman seperti ini menurut saya, sekarang orang kursus kecantikan tidak lagi karena ingin membuka salon sendiri. Tetapi untuk menunjang penampilannya diri sendiri tanpa harus repot-repot ke salon apabila ingin make-up untuk sekedar make-up sehari-hari ataupun make-up saat pesta (baik malam maupun siang hari). Walaupun diantara mereka yang kursus memang beralasan agar dapat bekerja disebuah salon ternama atau bahkan membuka usaha salon sendiri.

Didalam usaha sekolah kecantikan yang akan saya buat nanti, saya akan memilih guru yang sudah profesional dibidang kecantikan. Selain itu saya juga akan mengadakan seminar-seminar kecantikan dengan mendatangkan pakar kecantikan baik itu dilingkungan dalam ataupun luar negeri agar para siswa yang belajar disekolah kecantikan saya dapat berkonsultasi atau belajar langsung dengan seorang pakar kecantikan tersebut.

Program yang ditawarkan oleh sekolah kecantikan yang akan buat nanti terdiri dari tiga program. Program pertama, tata rambut yang terdri dari gunting, keriting, reboding, smoothing, pewarnaan, creambath, hairspa, hairmask. Program kedua, tata rias yang menekankan bagaimana cara bermake-up yang sesuai dengan waktu dan event. Program ketiga, perawatan wajah dan kulit (tubuh) yang meliputi facial, totok wajah, eye treatment, spa, bleeching, manicure, pedicure, terapi ear candle dll.

Dalam kurikulum yang saya buat, program-program tersebut diajarkan  selama tiga bulan sesuai dengan materi pilihan calon siswa. Untuk teori tertulis akan ajarkan minimal dua minggu selanjutnya praktek.

SEGMENTASI PASAR
  1. Segmentasi geografis
·         Nation
Untuk sementara sekolah kecantikan yang saya buat hanya dibuka didalam negeri saja.
·         Region
Sekolah kecantikan yang saya buat nantinya akan saya buat dikawasan perkotaan agar orang-orang dapat dengan mudah mengaksesnya.

  1. Segmentasi demografis
·         Gender
Sekolah kecantikan yang saya buat terbuka bebas untuk umum, baik pria maupun wanita.
·         Usia
Sekolah kecantikan yang saya buat terbuka untuk usia minimal 17 tahun dan maksimal 35 tahun

  1. Segmentasi Psikografis
·         Prasosial
Mungkin ada sebagian orang yang beranggapan bahwa sekolah kecantikan harus merogoh kocek yang besar, namun untuk sekolah kecantikan yang saya buat akan dibuat dengan harga yang tidak terlalu mahal. Sehingga dari segi prasosial dapat terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.

  1. Segmentasi behaviour
·         Benefit/Manfaat
Untuk guru di sekolah kecantikan yang akan saya buat nantinya, adalah seorang pakar kecantikan yang sudah profesional. Selain itu akan diadakan seminar-seminar yang mendatangkan pakar-pakar kecantikan terkemuka sehingga sangat bermanfaat bagi para siswa.

Tuesday, March 29, 2011

Revisi Bisnis Yang Akan Dibuat


Nama              : Putri Puji Pertiwi

Kelas               : MP Non reguler 2009
Jenis usaha     : Sekolah kecantikan (Kursus Kecantikan)

            Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang, sebab banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dari sana. Selain bisa menjadi bos dari diri sendiri, jam kerja bisa diatur dengan fleksibel, juga potensi penghasilan yang bisa lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain itu dengan membuka usaha sendiri kita tidak hanya membantu diri kita tetapi juga membantu orang lain dengan memberi kesempatan mereka bekerja pada usaha kita.

Adapun bidang usaha yang mau saya jalani adalah usaha sekolah kecantikan atau kursus kecantikan, dengan alasan kebutuhan jasa kecantikan tidak akan pernah habis. Selain itu keinginan membuka sekolah kecantikan ini berawal dari keinginan dari memiliki penampilan yang menarik terutama untuk diri sendiri sekitar 4 tahun terakhir ini. Di jaman seperti ini menurut saya, sekarang orang kursus kecantikan tidak lagi karena ingin membuka salon sendiri. Tetapi untuk menunjang penampilannya diri sendiri tanpa harus repot-repot ke salon apabila ingin make-up untuk sekedar make-up sehari-hari ataupun make-up saat pesta (baik malam maupun siang hari). Walaupun diantara mereka yang kursus memang beralasan agar dapat bekerja disebuah salon ternama atau bahkan membuka usaha salon sendiri.

Didalam usaha sekolah kecantikan yang akan saya buat nanti, saya akan memilih guru yang sudah profesional dibidang kecantikan. Selain itu saya juga akan mengadakan seminar-seminar kecantikan dengan mendatangkan pakar kecantikan baik itu dilingkungan dalam ataupun luar negeri agar para siswa yang belajar disekolah kecantikan saya dapat berkonsultasi atau belajar langsung dengan seorang pakar kecantikan tersebut.

Program yang ditawarkan oleh sekolah kecantikan yang akan buat nanti terdiri dari tiga program. Program pertama, tata rambut yang terdri dari gunting, keriting, reboding, smoothing, pewarnaan, creambath, hairspa, hairmask. Program kedua, tata rias yang menekankan bagaimana cara bermake-up yang sesuai dengan waktu dan event. Program ketiga, perawatan wajah dan kulit (tubuh) yang meliputi facial, totok wajah, eye treatment, spa, bleeching, manicure, pedicure, terapi ear candle dll.

Dalam kurikulum yang saya buat, program-program tersebut diajarkan  selama tiga bulan sesuai dengan materi pilihan calon siswa. Untuk teori tertulis akan ajarkan minimal dua minggu selanjutnya praktek.

Selanjutnya saya akan membahas mengenai segmentasi pasar untuk sekolah kecantikan yang saya buat. Berdasarkan segmentasi geografis, sekolah kecantikan yang akan saya buat nanti akan dibuat di kawasan perkotaan agar orang-orang dapat dengan mudah mengaksesnya. Untuk segmentasi demografis, sekolah kecantikan yang akan saya buat terbuka bebas untuk umum baik wanita atau pria dengan usia minimal 17 tahun dan maksimal 35 tahun.

Berdasarkan segmentasi psycografis, mungkin ada sebagian orang yang beranggapan bahwa sekolah kecantikan harus merogoh kocek yang besar, namun untuk sekolah kecantikan yang saya buat akan dibuat dengan harga yang tidak terlalu mahal. Sehingga dari segi sosial dapat terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.